Menciptakan
Stres dalam Di Tempat Kerja
Semua
perusahaan menghendaki adanya kemajuan-kemajuan untuk menciptakan produk yang
berkualitas, dengan segala kemampuan karyawannya, perusahaan mesti produktif
dan mampu bersaing dengan yang lain secara sehat.perusahaan yang produktif
tentu dalam proses bekerja, para karyawannya pasti terlihat tegang karena
keseriusannya bekerja, karena harapan mereka tidak hanya untuk memajukan
perusahaan, namun tersimpan sebuah semangat untuk menggali potensi untuk
pengembangan diri. Terkadang mereka mengalami stres, namun bagi mereka stres
merupakan pondasi sekaligus motivasi untuk maju. Pokok pemikiran seorang
pimpinan perusahaan saat ini, membutuhkan pemimpin yang benar-benar paham
dengan SDM dan kualitas kerja yang sifatnya tidak cepat untuk puas.
Peran stres
dalam dunia kerja mempunyai peranan penting, stres yang meliki banyak ide dan daya
imajinatif yang tinggi untuk melakukan pembaharuan-pembaharuan. Pengaruh stres
di tempat kerja sangat cepat berjangkit, baik kepada diri sendiri maupun kepada
orang-orang di sekitarnya. Bagi seorang pemimpin dalam suatu lembaga atau
perusahaan, sangat perlu untuk memperhatikan tingkatan stres di tempat
kerja karena sangat berpengaruh terhadap
kinerja seseorang. Lingkungan pekerjaan anda akan semakin tidak nyaman jika
tidak dihuni orang-orang stres.
Semua orang
pasti pernah merasakan stres, tetapi kebanyakan stres yang ditemukan, karena
tidak ada solusi untuk permasalahan yang ia hadapi. Stres seperti ini tidak
akan terjadi pada seorang karyawan yang profesional serta mempunyai kesiapan
yang matang dalam bekerja. Stres yang dimaksud disini adalah mencoba untuk
menikmati ketegangan karena ada dorongan untuk mencapai kemajuan-kemajuan yang
menjanjikan, baik kemajuan secara materi maupun untuk pengembangan diri.
Penting sekali kita memelihara stres dalam dunia kerja, karena stres merupakan
usaha seseorang untuk menemukan kunci dari sebuah permasalahan. Stres sebagai
tanda bukti, bahwa seseorang telah berkerja dengan baik, ia tidak akan pernah
nyaman, apabila belum menemukan kunci dari sebuah permasalahan yag ia hadapi.
Secara kontinu akan melakukan perubahan-perubahan untuk sebuah kemajuan.
Dalam
bukunya Alien Hamilton (2007) disebutkan, Kapten Cook mencatat di dalam buku
diarinya “ Stres merupakan awal dari penemuan”. Dimana Claudius juga mengatakan
“ berikan kepadaku oang-orang yang cemas”. Dan Camus menyimpulkan, “ hanya
orang-orang yang matilah yang tidak mempunyai rasa khawatir”.
Banyak
orang-orang yang sukses karena stres,
karena tidak pernah merasa puas dengan prestasinya, diantaranya adalah Cornelis
Jansen, seorang pembuat jam dari Belanda, mengembangkan sebuah jimat kebersihan
dan berjanji untuk membuktikan kepada orang yang skeptis dan keluarganya yang
sudah lama menderita bahwa tangan kita ditutupi oleh Kuman. Ia menemukan
mikrosof. Kemudian Hans Lippershey, seorang petani Belanda, terobsesi dengan
ketakutan akan perajurit bayaran Jerman yang akan masuk ke dalam Negaranya
untuk merampas bola lampunya yang terkenal. Ia menemukan teleskop.
Terutama
kepada pimpinan lembaga atau perusahaan, dalam merekrut karyawan baru, penting
sekali untuk memperhatikan tingkatan stres yang terjadi pada calon karyawan. Apabila
bagi seorang calon karyawan, tidak menemukan stres dalam pekerjaannya,
sebaiknya dikaji ulang, untuk menerimanya sebagai karyawan tetap perusahaan,
karena di dalam suatu pekerjaan lazimnya mendapatkan tantangan-tantangan yang
berarti untuk kemajuan.
Seorang
karyawan yang cepat puas dari kinerjanya mendakan suatu kehancuran bagi
perusahaan, sebab dengan tingkatan kepuasan yang tinggi, berakibat kepada
kinerja yang semu. Pertandan seseorang itu mulai berhasil dalam kenerjanya
adalah menemukan stres di setiap pekerjaannya, bukan sebagai beban, tetapi
karena ingin meraih kemajuan-kemajuan yang sifatnya berkembang dan mampu
bersaing dengan perusahaan di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Menurut
penulis, kepuasan kinerja merupakan jebakan bagi seseorang untuk berhenti
berbuat, sehingga saat itu juga, ide akan terhenti karena terlena dengan
keberhasilan yang sifatnya hanya sesaat. Stres di tempat kerja penuh dengan
daya cipta dan imajinatif untuk melakukan terobosan-terobosan baru untuk
kemajuan perusahaan. Stres juga bisa menjamin bahwa pekerja lebih jauh dari
kemungkinan akan terjadinya kecelakaan saat kerja.
Bekerja di
bawah tekanan, sudah menjadi hal yang lumrah bagi para karyawan yang memiliki
tingkatan stres yang tinggi, justru dengan beban tersebut, bisa memompa dan
membangkitkan para pecinta stres untuk menunjukkan keberhasilan yang luar
biasa. Energi stres yang positif memang bisa membangkitkan semangat dalam
bekerja, tetapi harus didukung dengan kemampuan yang berkompeten di bidangnya.
Karena itulah setiap perusahaan dalam merekrut karyawan tidak sembarangan,
mesti sesuai dengan kemampuan di bidangnya.
Apabila
perusahaan memelihara stres dalam dunia kerja, profesionalisasi dalam bekerja
akan semakin meningkat karena para karyawannya adalah yang mampu di bidangnya
masing-masing, sehingga dengan mengoptimalkan stres dalam dunia kerja, tentunya
perekrutan karyawan dalam sebuah perusahaan, akan meminimalisir adanya praktek nepotisme yaitu mengangkat family atau
keluarganya sebagai tenaga kerja walaupun sebenarnya tidak mampu. Stres terjadi karena tidak mampu mengatasi
masalah.
Sebagai
kesimpulan, di era globalisasi yang semakin maju ini, perusahaan dalam merekrut
dan memberdayakan karyawannya, harus mampu merangsang karyawannya, agar bisa kebal pada tingkatan
stres yang tinggi, bekerja dengan beban dan target, agar perusahaan terus
bertahan dan mampu bersaing di tingkat lokal, nasional dan internasional. Para
pekerja yang terbiasa dengan ketegangan menunjukkan keseriusan yang
menghasilkan kemajuan secara kontinu bukan hanya sesaat. kemudian bagi para
karyawan perusahaan, agar dalam bekerja tidak cepat merasa puas dengan prestasi
yang sudah ada, berbuatlah terus untuk kemajuan, baik untuk perusahaan tempat
kita bekerja maupun untuk kemajuan diri. Semoga nasib para buruh dan karyawan
di Indonesia terus mendapat perhatian dari pemerintah amin ya Rabbal ‘Alamin.
Good Luck..!!