predisi Ujian Nasional tahun 2016



Pembelajaran UN
Tidak terlalu aneh jika keberadaan UN dihadapan para siswa di indonesia, sesuatu hal yang membuat kebingungan dan stress karena proses belajar selama 3 tahun diakhiri dengan ujian nasional yang hanya beberapa hari saja. UN juga menyita waktu yang banyak mulai dari try out, evaluasi serta menyesuaikan dengan pendidikan pusat.
Meskipun ujian nasional tidak penentu kelulusan hanya sebagai pemeetaan tetapi tetap saja sekolah terus berusaha dengan cara apapun untuk mendapatkan nilai tertinggi dari sekolahnya karena akan berpengaruh nantinya kepada penerimaan mahasiswa di  PTN. Entah alasan apapun itu, guru dan siswa tentunya tidak mau- kalau nilai dari sekolahnya adalah rata-rata. Nampaknya UN itu sesuatu hal yang tidak asing lagi bagi pendidikan di indonesia, bagaimanapun trik yang dibuat oleh pemerintah agar soal UN tidak bocor kepada siswa, meski dengan seratus paket pun-kunci jawabannya pasti akan ditemukan, Guru kok dilawan.
Ujian Nasional hanya akan mengajari siswa dan guru untuk berbohong yang akan menghasilkan kebohongan-kebohongan berikutnya. Dari awal guru sudah menanamkan kejujuran kepada anak didiknya dengan harapan indonesia akan memiliki pemimpin-pemimpin yang jujur dan berkharakter tetapi harapan itu hancur begitu saja pada saat detik-detik terakhir di bangku sekolah karena pembelajaran U N yang kurang bermanfaat. Jika seorang dari siswa mengerjakan soal UN tidak berdasarkan bocoran soal yang diberikan guru karena di hatinya sudah tertanam kejujuran, apakah  siswa ini nantinya akan menjadi siswa yang terburuk nilainya dibanding teman yang lainnya.bukan hanya itu mungkin siswa ini akan kehilangan kesempatan untuk pendidikan faporitnya. Berdasarkan hasil UN, mungkin siswa ini memiliki nilai yang lebih rendah dari yang lainnya karena butuh perjuangan yang berat untuk mengerjakan soal tersebut tetapi kalau kita mengamalkan kejujuran yang sebenarnya, siswa ini jauh lebih berhasil dari yang lainnya. 
                Ketika siswa kita diajari lebih banyak diajari untuk pintar dan pintar, maka sangat wajar sekali jika nantinya pimpinan-pimpinan di indonesia banyak yang korupsi karena hanya sedikit dibekali dengan pendidikan kharakter. Ujian Nasional hanya beberapa hari saja tetapi meninggalkan budaya yang tidak mendidik_termasuk sebagian siswa-siswi  mencoret-coret baju bagi siswa yang lulus UN adalah menjadi kenangan tersendiri bagi mereka yang sebenarnya sangat kurang bermanfaat. Apakah guru-guru indonesia tidak galau melihat tradisi siswa yang seperti ini? Mengapa merayakan kelulusan harus dengan coret-coret baju? Tugas berat bagi guru, bahwa pembinaan kharakter belum sepenuhnya berhasil yang menjadi tujuan pendidikan yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar