UNBK 2018 PENUH POLEMIK

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara didapatkan. Dengan pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten dalam bidangnya. Sehingga kondisi bangsa akan terus mengalami perbaikan dengan adanya para penerus generasi bangsa yang mumpuni dalam berbagai ilmu. Disinilah pendidikan sangat dibutuhkan untuk seluruh negara khususnya Indonesia, dan pendidikan adalah suatu hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap manusia. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi seorang yang berkarakter dan mempunyai ilmu pengetahuan yang bermanfa’at. Dunia pendidikan sejatinya mendapat perhatian sepenuhnya dari pemerintah, baik pemerintahan pusat maupun daerah. Terlebih dalam masalah pemerataan pendidikan, baik dari segi manajemen, sistem, fasilitas, kualitas pendidikan dan lain sebagainya. Sebab sampai saat ini masih banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang memadai dibanding dengan pendidikan kota, sehingga pendidikan di desa sulit untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan pendidikan kota. Maka sangat wajar jika lembaga pendidikan desa tidak siap untuk mengikuti program pemerintah secara bersamaan seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ), sebab fasilitas komputer dan perangkatnya belum lengkap. Namun jika pemerintah ingin memaksakan harus melaksanakan UNBK, tentu harus dengan biaya yang sangat mahal. Jika pemerintah benar-benar siap dengan dananya tidak menjadi masalah, namun yang sangat dikhawatirkan adalah ketika siswanya dibebani untuk membeli laptop dan perangkatnya. Bisa saja biaya untuk membeli laptop tersebut lebih mahal dari biaya sekolahnya. Bagi orang yang mampu memang tidak masalah, tetapi bagaimana dengan nasib siswa yang kurang mampu? Bisa kita bayangkan betapa sedihnya mereka ketika tidak mendapatkan solusi untuk dapat mengikuti pelaksanaan UNBK. Memang sejauh ini belum ada informasi tentang biaya pelaksanaan UNBK, bahkan pemerintah berencana untuk tidak memungut biaya UNBK, sehingga tidak menjadi alasan untuk tidak mengikuti UNBK tersebut. Apalagi keberadaan UNBK saat ini di hadapan para siswa, menjadi hal yang sangat penting dalam meraih cita-citanya, terutama siswa yang ingin melanjtukan kepada pendidikan tinggi ternama yang menjadi pilihannya_sangat memerlukan perjuangan yang didasari dengan kesungguhan dan kemauan dari siswa Indonesia. Namun perjuangan berat siswa hendaknya didukung oleh Pemerintah, baik pemerintahan Pusat maupun daerah, terlebih kepada Sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan UNBK. Kemajuan tekhnologi yang terus berkembang memang menuntut, agar pendidikan negeri ini melaju kencang sama dengan kemajuan tekhnologi. Kemudian pemerintah juga penting untuk mengawasi pelaksanaan UNBK di setiap sekolah, terlebih dalam pemungutan biaya atau pungli. Jika tidak diawasi dengan benar, maka bisa saja nanti terjadi lagi pemungutan biaya UNBK dengan beragam alasanya. Maka dalam masalah ini sangat berharap kepada pemerintah, melalui Kementrian Pendidikan, agar benar-bebar mengawasi segala tindak tanduk oknum yang sangat merugikan bagi siswa, terlebih dalam masalah pungli yang sejatinya disapu bersih dari lembaga-lembaga Pemerintahan Republik Indonesia. Jangan sampai dengan pelaksanaan UNBK nantinya justru memperburuk citra positif pendidikan Indonesia zaman now, sehingga nilai terbaik pada pelaksanaan UNBK bisa benar-benar menjadi ukuran keberhasilannya selama belajar di bangku sekolah, terutama dalam masalah kejujuran. Semoga langkah pemerintah untuk melaksanakan program UNBK tahun ini berhasil dengan baik dan menghasilkan generasi bangsa yang jujur, cerdas dan amanah. Banyak hal yang harus disiapkan oleh pemerintah untuk pelaksanaan UNBK yang pertama kali ini, pemerintah mesti benar-benar mempersiapkannya dengan matang. Dan sebagai seorang Guru, tentu sangat berharap dengan keberadaan UNBK ini mampu menghasilkan siswa yang cerdas dan jujur, sehingga Ujian yang dibuat secara nasional bisa mempengaruhi kecerdasan dan prilaku generasi bangsa ini kedepan dan lebih banyak lagi pemimpin yang menebarkan kejujuran-kejujuran. Dalam Pelaksanaan UNBK dengan segala sistemnya, hendaknya bisa menjadi momen terpenting untuk pembentukan karakter, dengan sikap jujur dan adil pada diri sendiri, tentu hal ini akan menjadi aset terbesar dalam dunia pendidikan. dengan sikap jujur tentu akan melahirkan pemimpin yang jujur yang menjadi harapan bangsa ke depan. Pada saat berlangsungnya ujian, banyak sebenarnya yang kita ambil hikmah untuk dijadikan sebagai bahan dalam proses pembentukan karakter, seperti proses pendewasaan, semakin tinggi level siswa, maka akan semakin tinggi juga level soal yang disuguhkan. Sejalan dengan itu, perkembangan dunia pendidikan yang semakin berkembang, menuntut agar seorang guru, terutama guru mestinya lebih mampu memahami kondisi dan kemampuan anak dalam proses belajar mengajar, sehingga tercapai sebuah pembelajaran yang seimbang, baik peningkatan prestasi siswa maupun peningkatan karakter anak. Dengan mengintegrasikan Pendidikan Agama Islam dengan baik, tentu akan menghasil peserta didik yang baik secara agama yang berujung kepada akhlak yang mulia. Keberadaan UNBK di Sekolah mestinya lebih mampu menguji kejujuran, namun sampai saat ini menunjukkan, justru masih kurang berpengaruh untuk pembentukan karakter anak, masih banyak terdapat kegagalan, sehingga tugas berat bagi guru untuk mencari metode yang tepat dalam melaksanakan ujian, sehingga ujian lebih bermarwah dan bisa menjadi ukuran kebaikan yang sebenarnya.

Pilgubsu 2018


Pilkada serentak 2018 sudah diambang pintu, masyarakat Sumatera Utara kini tengah dalam pengharapan yang begitu mendalam, agar Gubernur dan Wakil Gubernur yang terpilih nantinya bisa melakukan gerakan pembaruan untuk kemajuan Sumut. Berdasarkan pengalaman pada Pilkada masa lalu, kerap kali membawa janji-janji palsu yang membuat masyarakat itu gundah gulana, kecewa. Namun kekecewaan itu, tidak bisa menjadi solusi untuk memecahkan segudang persolan yang ada dalam suatu daerah. Mungkin masyarakat Sumut masih memerlukan sosok pemimpin yang mampu menjadi penampung sekaligus penyalur aspirasi rakyat, serta tidak memihak kepada sebelah pihak.
Semoga Pilgubsu kali ini bisa menjadi momen terpenting bagi masyarakat Sumut untuk mewujudkan janji-janji penguasa yang sangat dirindukan oleh rakyat. Sumatra Utara sebagai salah satu daerah yang terbesar di Indonesia memiliki banyak penduduk yang beraneka ragam budaya dan adat istiadat. Bahkan Sumut juga terkenal dengan masyarakat yang memiliki toleransi dan ke’arifan lokal yang masih asli, belum dipengaruhi budaya asing. Karena itu, masyarakat Sumut sangat memerlukan pemimpin yang benar-benar paham dengan kondisi kami, serta peduli  aspirasi dari rakyatnya sendiri.
Masyarakat harus peduli dengan program-program yang disuguhkan oleh Cagub dan Cawagub. Jangan sampai memilih pemimpin karena popularitas saja, sebab bisa saja mereka sengaja mengemas retorika yang cukup bagus, namun belum tentu benar. Pilgubsu 2018 akan menjadi momentum penting dalam merajut keberlanjutan perjalanan Sumut kearah yang lebih baik dan benar. Sudah saatnya masyarakat Sumut menjadi pemilih rasional, pemilih yang kritis dengan kesadaran penuh terhadap pelaksanaan Pilgubsu yang akan akan menentukan nasib Sumut 5 tahun ke depan. Untuk menjadi pemilih yang kritis, rasional dan dengan kesadaran penuh, minimal rakyat sebagai pemilih memiliki syarat, antara lain; Jadilah diri sendiri, dengan kesadaran diri sendiri secara utuh, rakyat dengan identitas diri yang kuat tidak mudah terombang-ambing oleh politik uang atau prakmatisme apalagi hedonisme.
Fenomena yang terjadi pada pilkada serentak 2018, terutama Pilgubsu sejatinya tidak lagi meniru model yang sama di masa lalu. Pilgubsu kali ini hendaknya bisa membangkitkan semangat juang warga Sumut untuk menentukan pilihannya kepada pemimpin yang bijak, cerdas dan dekat dengan rakyat. Masyarakat Sumut tidak boleh terpancing dengan isu-isu yang tidak bermanfa'at terkait dengan pilgubsu 2018. Apalagi yang terkait dengan hak suara, jangan sampai kita terikut- ikut kepada golput, sebab golput bisa saja menguntungkan bagi paslon, namun merugikan diri sendiri karena hilangnya hak suara. Menggunakan hak suara pada Pilgubsu 2018 merupakan bukti dari kepedulian kita terhadap kemajuan Indonesia, terutama Sumut. Memang banyak hal yang mengakibatkan seseorang itu golput, kadang karena kecewa, janji palsu dan tumpuan harapan yang tidak sesuai dengan visi dan misi Paslon, namun bukan berarti kita berhenti untuk berbuat. Dengan niat yang tulus dan ikhlas yang disertai dengan kekokohan iman, semoga Pilgubsu 2018 menjadi momen terpenting untuk menghasilkan para penguasa mampu mewujudkan kemajuan yang hakiki bukan kemajuan semu.

Pendidikan Karakter Berbasis Adat Batak


Pendidikan karakter pada batak mempunyai nilai-nilai karakter yang begitu berharga dalam rangka membentuk karakter generasi bangsa ini. Pendidikan karakter adalah suatu sistem yang terus berupaya untuk menanmkan nilai-nilai karakter di sekolah, sehingga anak didiknya tidak hanya cerdas, namun memiliki karakter yang baik. Salah satu esensi dari nilai-nilai karakter itu adalah kearifan lokal yang sebenarnya sudah ada sejak dulu tertanam dalam hati setiap bangsa Indonesia. Kearifan lokal merupakan ciri khas dan kebanggaan Indonesia yang memiliki beragam banyak budaya dan tradisi. Bahkan kearifan lokal sebenarnya bisa dijadikan sebagai pemersatu bangsa.  Namun saat ini nilai-nilai kearifan lokal sepertinya sudah mulai pudar karena derasnya arus budaya asing yang sangat bertolak belakang dengan budaya dan tradisi asli Indonesia.
Padahal kearifan lokal Indonesia memiliki nilai-nilai karakter yang seharusnya dijadikan sebagai rujukan pada sistem pendidikan di negeri ini. Kita contohkan saja adat batak. Sampai saat ini orang batak dikenal memiliki rasa sosial yang tinggi, walapun dari segi bahasa terlihat sedikit kasar, namun orang batak memiliki prinsip kehidupan yang terbuka dan saling menghargai. Dalam bukunya Muchlas samani (2012) disebutkan ada beberapa nilai-nilai karakter pada adat batak. “ Pertama, Disi Tano nainganhon, disi solup pinarsuhathon. Artinya, orang menerima beras menurut takaran umum dimana ia tinggal. Orang wajib patuh pada hukum dan adat isitiadat di daerah yang menjadi tempat tinggalnya”. Ajaran ini mengandung banyak nilai-nila falsafah kehidupan, sehingga hampir di seluruh daerah di Indonesia memahami bahwa dimana bumi di pijak disitu langit kita junjung.<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
Kedua, “ sada sangat tu ama, dua sangap tu ina”. Artinya satu penghormatan untuk bapak, dua penghormatan untuk ibu. Masyarakat batak sangat menghormati ibu karena ibu yang mengandung, menyusui dan mengasuh si anak. Ketiga, Hotang hotari hotang pulogos, gogoma mansari, nadangol do napogos. Artinya, berusahalah sekuat tenaga karena kemiskinan itu identik dengan penderitaan. Orang harus kerja keras agar berhasil tidak miskin dalam hidupnya. Keempaat, “Siani dijalo tusima ipaulak”. Artinya, dari siapa sesuatu diterima, kepadanya pula harus dikembalikan. Ada budi ada balas. Kelima, “ Tusi tamu mangalakka, disima hamu dapotan”. Artinya, kemana kamu melangkah disitulah kamu hendaknya mendapat rezeki. Optimis terhadap kebesaran Tuhan, rezeki dapat diperloleh dimana-mana. Keenam, “ Pangkulingdo situan nadenggan”. Artinya, budi bahasa yang baik sangat pentingg dalam bermasyarakat. Bahasa dan prilaku selalu terbawa dalam pergaulan antar manusia, dan ini memengaruhi keberhasilan jalinan hubungan.
Pendidikan karakter pada batak mempunyai nilai-nilai karakter yang begitu berharga dalam rangka membentuk karakter generasi bangsa ini. Maka penting sekali untuk menggali lebih dalam ilmu dan budaya yang telah diciptakan oleh para leluhur batak. Termasuk dalam menghadapi gejolak yang terjadi di Negeri tercinta ini, jangankan sesama warga Negara Indonesia, sesama orang batak saja sudah banyak terjadi perselisihan. Ini pertanda bahwa rasa persaudaraan sudah semakin menurun karena lebih mementingkan emosi dan hawa nafsu.  Sungguh sangat disayangkan, Negara Indonesia yang dikenal sebagai Negara yang berbudaya, sejatinya menjadikan kearifan lokalnya sebagai ajang dalam membentuk pendidikan karakter. Bahkan tidak hanya orang batak, hampir seluruh daerah di Indonesia ini punya kearifan lokal masing-masing yang sudah tidak diragukan lagi nilai-nilainya, apapun budayanya, semua menuju kemaslahatan kehidupan.
                Menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai rujukan dalam pendidikan merupakan salah satu solusi yang paling tepat untuk kemajuan pendidikan, sekaligus mendamaikan negeri tercinta ini. disamping adanya kearifan lokal juga sesuai dengan Negara Kebhinnekaan yang memeiiki banyak keberagaman tetapi tetap satu sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Budaya menegakkan kebenaran dan berkecimpung dalam dunia hukum merupakan dunia orang batak sesuai dengan filosofinya patik dohot uhum. Hidup orang batak sejak jaman purba banyak diukirkan dalam sejarah leluhur batak, bahwa mereka adalah orang yang kerap memperjuangkan hak-hak asasi manusia, maka sangat wajar sekali, kalau orang batak dikenal dengan ketegasan dan kepandaiannya dalam beretorika, bahkan ada orang yang berpendapat batak adalah banyak taktik, karena selalu menggunakan akal dan pikirannya untuk lebih baik menuju masa depan yang lebih cerah.
Lebih dari itu, jika kita lihat dari segi hukum, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita karena salah satu hukum yang masih berlaku sampai sekarang adalah hukum adat. dan keberadaannya pun diakui, karena pada hakikatnya lebih mudah diterima masyarakat dan telah banyak terbukti memiliki efek jera bagi para pelakunya, karena hukum adat sesungguhnya terkait langsung dengan adat dan norma yang masih berlaku pada masing-masing daerah. Maka dalam menghadapi gejolak yang terjadi di Negeri tercinta ini, jangankan sesama warga Negara Indonesia, sesama orang batak saja sudah banyak terjadi perselisihan. Ini pertanda bahwa rasa persaudaraan sudah semakin menurun karena lebih mementingkan emosi dan hawa nafsu.  Sungguh sangat disayangkan, Negara Indonesia yang dikenal sebagai Negara yang berbudaya, sejatinya menjadikan kearifan lokal sebagai ajang untuk mempersatukan umat Islam. bukan hanya orang batak, hampir seluruh daerah di Indonesia ini punya kearifan lokal masing-masing yang sudah tidak diragukan lagi nilai-nilainya, apapun budayanya, semua menuju kemaslahatan kehidupan. Maka dalam hal ini penting kiranya untuk menjadikan kearifan lokal sebagai rujukan dalam pendidikan karakter, sebab generasi bangsa Indonesia pada hakikatnya mencintai ke’arifan lokal sesuai dengan daerahnya masing-masing.