Hindari Zona Nyaman menuju kemajuan karya Tantomi Simamora

Hindari Zona Nyaman Menuju Kemajuan

Sebuah motivasi yang sering disampaikan oleh atasan saya, untuk terus semangat dalam bekerja dengan cara menghindari kepuasan terhadap diri sendiri dan tidak boleh terjebak dalam satu rutinitas saja. Zona nyaman yang dimaksud disini, orang yang memiliki jiwa kemajuan akan terus memikirkan ide-ide baru dalam aktifitasnya, ia akan terus melakukan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kinerjanya, tidak pernah nyaman dengan sesuatu yang ia hasilkan. Jangan sampai Zona nyaman ini terpatri di dalam jiwa seseorang, karena akan mengakibatkan tidak kompetitif untuk menuju sebuah kemajuan. Zona nyaman akan membuat seseorang terlena, dinina’boboin oleh rasa kepuasan terhadap diri sendiri, karena sudah berhasil mengerjakan yang menjadi rutinitas setiap harinya. Akibatnya, pekerjaan tersebet tidak mengalami perkembangan signifikan, karena mengandalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Tentunya, tentunya, hal ini akan sangat berpengaruh untuk kemajuan suatu lembaga atau perusahaan. Jika kita belajar dari sejarah, merek mobil 100 tahuan yang lalu tidak ada apa-apanya, jika kita bandingkan dengan mobil yang ada sekarang. Artinya setiap saat kita harus terus melakukan hal yang terbaik dalam hidup kita, baik untuk meningkatkan kualitas diri maupun perkejaan, agar dalam setiap pekerjaan itu, lebih bermakna dan bermanfaat. Kemudian dari pandangan Islam, melalui hadis nabi: “ Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik dari pada hari yang kemaren maka dia termasuk orang yang beruntung, barang siapa yang harinya sama dengan yang kemaren, dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang harinya sekarang lebih jelek dari yang kemaren maka dia terlaknat. Meski hadis ini tidak bisa sebagai hujjah mengingat tentang keshahihannya di kalangan Ulama hadis, Namun ajarannya sangat bermanfaat, karena sama saja dengan hari yang kemaren, manusia sudah dikategorikan merugi, apalagi sekarang lebih buruk dari yang kemaren. Bukan lagi merugi akan tetapi sudah terlaknat sebagai manusia yang tidak menunjukkan perkembangan dalam kehidupannya. Padahal manusia itu sifatnya berkembang, dengan fasilitas-fasilitas yang dimilikinya seperti hati dan pikiran. Dari beberapa pandangan tersebut dapat kita ambil hikmah, betapa pentingnya ide-ide baru sebagai penggagas menuju kemajuan, dan untuk mewujudkan suatu kemajuan, tentu harus menghindari rasa nyamana dalam setiap pekerjaan. Paling tidak ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari zona nyaman menuju kemajuan. Pertama, memiliki loyalitas yang sangat tinggi, sehingga ia mencintai profesinya , dan dengan rasa cinta tersebut akan membawanya menuju kemajuan yang berkesinambungan karena selalu memikirkan ide-ide, agar nilai plusnya kian bertambah. Kedua, Selalu memperbaiki kualitas kerja. Sebaiknya kita terus melakukan metode-metode baru dalam bekerja. Tidak ada salahnya untuk melakukan hal baru dalam pekerjaan anda, walaupun akhirnya gagal, karena dari kegagalan tersebut, akan membawa kita kepada sifat kesensitifan yang akan rentan menjadi orang yang sangat kritik terhadap masalah-masalah dalam pekerjaan, bahkan dalam masalah yang ringan sekalipun, ia akan terus berpikir dan berbuat untuk yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Ketiga, Tidak boleh terjebak dalam satu rutinitas. Berkerja keras setiap hari memang merupakan suatu kewajiban bagi para pekerja, namun kalau pekerjaannya berputar hanya disitu-situ saja, justru hasilnya akan nihil, karena tidak ada kreatifitas baru dalam pekerjaannya. Terjebak dalam satu rutinitas merupakan masalah yang sangat urgen dalam pekerjaan, karena jebakan itulah yang akan menyebabkan seseorang lupa dan tidak kompetitif. Di era global ini, tentunya banyak hal yang harus kita pikirkan untuk sebuah kemajuan dan harus siap bersaing prestasi-prestasi yang tinggi sekalipun. Keempat, Menghindari pujian. Pada hakikatnya, pujian adalah cobaan. Jika kita terlalu nyaman dengan satu pujian orang lain, tentu akan membuat kita cepas puas dengan yang kita lakukan, sehingga ide saat itu juga terhenti untuk melakukan pemabaharuan-pembaharuan. Pujian bisa saja membuat kita bahagia, tetapi jika kita terlalu nyaman dengan pujian karena meraih satu prestasi, malah akan membuat anda tidak bahagia dan semakin tersiksa, karena anda terus berada dalam zona kenyamanan. Kelima, berpikir positif. Berusaha terus untuk melakukan hal yang terbaik untuk meningkatkan kinerja, menerima semua kritikan dan saran dari orang-orang yang ada disekitar kita, meskipun tujuannya melemahkan anda karena itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Seperti kata pepatah yang berasal dari Minangkabau “Alam takambang jadi guru”. Makna Pepatah tersebut, agar gita belajar pada alam sekitar kita. Fenomena kehidupan sesungguhnya membawa suatu keripan, jika kita berpikir secara positif. Sebagai kesimpulan, zona nyaman merupakan hal yang paling sulit untuk kita hindari dalam kehidupan, karena hal itu bisa menjadi sebuah dilema dalam kehidupan kita, terutama dalam dunia kerja. Terlalu larut dalam zona nyaman, saat itu kita kan terhenti berpikir untuk melakukan tugas-tugas lain yang sudah menunggu. Di era globalisasai yang semakin bersaing ini, terutama dalam dunia kerja, sangat menuntut untuk memiliki cara pandang yang luas untuk menanggapi segala fenomena yang terjadi sekitar kita, karena fenomena tersebut bisa berakibat patal untuk sebuah kemajuan. Opini ini hanyalah sebagai pandangan-pandangan terhadap dunia kerja saat ini yang memerlukan pembaharuan-pembaharuan menuju profesionalisme dalam bekerja. Kemudian untuk meraih sukses, tidak hanya mengandalkan keahlian yang sudah kita miliki, tetapi harus terus belajar dan berlatih, agar keahlian itu kian bertambah dan berkesinambungan ke masa yang akan datang. Cara berpikir yang jauh kedepan merupakan salah satu cara agar terhindar dari zona nyaman menuju kemajuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar