“Pungli merupakan
satu kejahatan para pejabat, apa jadinya jika perbuatan jahat dipelihara dalam
dunia pendidikan pungli masuk ke dunia pendidikan, baru untuk memberantasnya secara transparans
termasuk dengan Kesiapan Satgas Saber Pungli”
Pernah ada dalam
pikiran saya, bahwa segala sesuatu yang berurusan dengan administrasi
pemerintahan, mesti dengan uang, baru
urusan bisa diselesaikan.Tetapi setelah mendengar ada kebijakan pemerintah
untuk memberantas pungutan-pungutan yang tidak tercantum dalam pajak bumi dan
bangunan, mulai timbul keraguan. Seiring dengan berjalannya masa ke masa, mulai
saya sadar, bahwa di setiap lingkungan
kita, ternyata banyak yang melakukan praktek-praktek pungli yang dilarang
Pemerintah.
Tak perlu
disebut, apa-apa saja bentuk-bentuk pungli
di sekitar kita. Namun, yang paling penting dipertanyakan. Kenapa pungli
bertahan begitu lama? Jika pungli diberantas, apakah ada pengaruhnya terhadap
pendapatan penduduk, masyarakat, Ormas dan Pemerintah. Menurut hemat penulis,
Pungli itu bisa bertahan karena sama-sama punya kepentingan disana. Saat pelaku
pungli menagih bayaran, orang yang dimintai pungli pun, tidak keberatan, bahkan
terkadang menjadi suatu kebanggaan bagi dirinya, karena sudah bisa menyogok
oknum petugas.
Bagi
kalangan menengah ke atas, pungutan-pungutan yang tak seberapa itu memang tidak
begitu berat bagi mereka, tetapi bisakah kita bayangkan, ketika orang miskin
dimintai pungli, dengan uang yang pas-pasan mesti menambah lagi pengeluaran,
karena Setiap penduduk baik kalangan bawah maupun elite pasti berurusan dengan
administrasi baik di kalangan swasta maupun pemerintah. Bekerja untuk mecari
kehidupan memang sesuatu yang sangat dianjurkan, tetapi tidak dengan jalan
pungli yang didalam nya terkandung ketidak ikhlasan. secara instant memang
terlihat menambah penghasilan tetapi tidak dengan keberkahan.
Jika
praktek-praktek pungli terus dibiarkan di negeri ini, maka dari waktu ke waktu,
keberkahan pun, akan terus lari dari hadapan kita. Negara yang maju adalah
negara yang melakukan transparansi dalam setiap program, tidak hanya diketahui
oleh kalangan sepihak. Sehubungan dengan itu, baru-baru ini pemerintah telah
mempersiapkan satuan penyeledikan Pungli di negeri kita ini. Trik jitu
Pemerintah untuk memberantas pungli di negeri tercinta ini, sudah mulai
bergerak cepat, melaui Menko Polhukam Wiranto mengumumkan pembentukan Satgas
Sapu bersih Pungutan liar, yang dibentuk berdasarkan peraturan Presiden
(Perpres no 87 tahun 2016).Program ini bertujuan untuk mengembalikan
kepercayaan publik dan meberikan keadilan dan kepastian hukum.
Perpres
atau Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang (pembentukan)
Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber Pungli) antara lain disebutkan,
satas bertugas memberantas pungli tanpa batas waktu. Perpres yang sudah
ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo ini (20/10) juga menyebutkan bahwa
Satgas Saber Pungli bertugas menyelenggrakan fungsi intelijen, pencegahan,
penindakan, dan yustisi. Satgas juga diberi kewenangan untuk mencegah dan melaksanakan
operasi pemberantasan pungli, memeberi rekomendasi sanksi, mengevaluasi
pemberantasan pungli, dan melakukan operasi tangkap tangan (OTT).
Program
ini, mesti bergerak cepat dan sigap dalam memberantas pungli yang semakin
lihai, karena selalu menghantui kehidupan, terutama kalangan bawah. Namun,
harus tetap dengan penuh kesiapan yang matang berasal dari SDM yang benar-benar
terpercaya. Bergerak cepat bukan berarti tergesa-gesa, karena praktek pungli
menurut penulis, praktek pungli terkait dengan kepentingan seseorang yang
membutuhkan. Jadi butuh perjuangan keras untuk memberantasnya. Berdasarkan
masalah tersebut, Paling tidak ada 7 hal perlu dilakukan. Pertama, memberikan pemahaman terhadap masyarakat, bahwa praktek
pungli merupakan kelakuan buruk yang berakibat patal untuk kemajuan negara dan
masyarakat harus diyakinkan bahwa pungli itu sebenarnya sangat merugikan.
Kedua, melibatkan masyarakat untuk
mengatasi pungli, termasuk dalam memberantas serta pemberi laporan terkait
dengan praktek pungli. Ketiga,
Memberi sanksi kepada para pelaku Pungli yang bisa menjadi efek jera untuk yang
lainnya, karena sangat sulit sekali memberantas Pungli yang sudah membudaya.
Jika hanya diberi hukuman teguran saja, malahan akan menambah pungli-pungli
selanjutnya dengan berbagai dalih-dalih yang tidak jelas.
Keempat, Satgas Saber Pungli harus
berfungsi sebagai intelijen dengan melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN),
agar masyarakat benar-benar berhati-hati dalam praktek pungli. Kelima, Transparansi dalam pelayanan
semua sektor, dengan sistem pembayaran pajak yang serba online, sehingga tidak
ada dusta di antara kita. Di era globalisasi ini, lazimnyalah menggunakan IT
sebagai transaksi yang transparan. Keenam,
membuat tempat-tempat pengaduan pungli yang bisa dipercaya di berbagai sektor. Ketujuh, Membuat Laporan penggunaan
pajak secara transparan, dengan mengumumkannya, di tempat-tempat umum ataupun
di media massa maupun elektronik. Kedelapan,
Melakukan pengawasan yang ketat di tempat-tempat yang rawan dengan praktek
Pungli.
Penulis
tidak bermaksud untuk mengajari, apalagi menggurui, hanya sebagai saran untuk
kemajuan negeri tercinta ini. Masih banyak lagi teori-teori lain yang mungkin
lebih baik. Tetapi itu semua kembali kepada kita semua, terutama kesungguhan
dari Satgas Saber Pungli Indonesia. Satgas Saber pungli harus benar-benar adil
dan tegas terhadap praktek pungli. Lebih dari itu, sebagai warga negara, sudah
seharusnyalah kita mendukung gebrakan Pemerintahan ini karena solusi yang
ditawarkan saat ini, apabila berhasil, dampak positifnya akan sangat berpengaruh,
bukan hanya di perkotaan tetapi sampai ke desa.Semoga Programa ini cepat
digerakkan dan membuahkan hasil yang signifikan, sehingga berdampak bagi
kemajuan bangsa ini. Program ini juga diharapkan bisa sekaligus untuk membantu
KPK dalam mengatasi Korupsi, perkara
yang tidak ada henti-hentinya di Negeri
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar