Meraih Hidup Berkah Dengan Zikrullah

mimbar jum'at: Tantomi Simamora

“ Wahai orang-orang yang beriman. Ingatlah Kepada Allah SWT, dengan mengingat (namanya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”. ( Q.S Al-Ahzab /33: 41).
`              
Gema untuk mengajak ummat dalam rangka berzikir atau mengingat Allah SWT merupakan satu dorongan yang kuat untuk  membangkitkan semangat keislaman yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang kokoh untuk berjihad pada jalan Allah SWT. Sejatinya orang yang memiliki iman, hatinya akan bergetar ketika mendengar kalimat-kalimat yang mengagungkan Allah SWT. Zikir memiliki kekuatan yang dahsyat yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak beriman, kekuatannya mampu untuk mengubah prilaku yang buruk kepada yang lebih  baik, bahkan kekuatan zikir juga mampu untuk mengatasi segala persoalan yang sedang melanda pada diri manusia. firman Allah dalam Al-Qur’an : “ Barang siapa mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya, karena itu, Ingatlah kepada-Ku, nisaya Aku akan mengingat kalian”. ( Q.S Al-Baqarah: 152).
Berzikir kepada Allah SWT adalah bukti kecintaan kita kepada Allah yang maha kuasa, dengan memperbanyak mengingat-Nya, maka Allah akan selalu mengingatnya, tentu dengan segala perhatian yang penuh dengan kasih sayangnya Allah sebagai yang maha cinta, kasih dan memiliki keagungan untuk memberi pertolongkan kepada siapa pun yang Ia kehendaki. Zikir adalah sarana membangun cinta dengan Allah. Apabila terjalin kemesraan dengan Allah SWT, karena hambanya selalu mengingat-Nya, pada gilirannya akan mendapat perlindungan dari Allah SWT yang berujung kepada keberkahan hidup.
Maka sebagai orang yang beriman, teruslah untuk berzikir kepada Allah SWT dimanapun, bagaimanapun keadaan kita, karena manusia tidak pernah luput dari pantauan dari kekuasaan Allah SWT. Desiran kalimat takbir, tahmid dan tasbih yang tertancap dan sudah mendarah daging dalam diri manusia, maka akan menjadi benteng pertahanan yang kuat untuk menghadapi berbagai persoalan dunia yang kian membelenggu saat ini. Apabila kita telah yakin dengan kekuatan zikir, maka kita akan paham, bahwa manusia selaku hamba Allah SWT memiliki beban yang mutlaq, hidup semata-mata hanya untuk mengingat Allah SWT.
Dengan selalu berzikir kepada Allah SWT, ucapan manusia akan terus mengeluarkan nama-nama Allah, sehingga dalam setiap hembusan nafasnya mengandung nilai-nilai Islam, contohnya saja pada saat memulai pekerjaan dimulai dengan bismillah, pada saat mendapat nikmat kita ucapkan alhamdulillah, pada saat orang lain berdo’a untuk kebaikan, maka kita ucapkan Aamiin, pada saat bertemu diucapkan salam dan lain sebagainya. Jadi dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang mengandung nilai Islam, maka semua ucapan kita akan bernilai zikir, karena selalu mengingat Allah SWT, sehingga semua aktifitas dalam kehidupan kita bernilai ibadah. Tentu dengan aktifitas zikir yang berkesinambungan, akan berbuah kehidupan yang penuh dengan keberkahan, karena Allah SWT akan terus mengingat orang-orang yang mengingat-Nya. Dan dengan kekuatan zikir itu juga, Ummat Islam akan menyatu, karena disatukan oleh aqidah yang kokoh, pada akhirnya nanti, kekuatan zikir itu juga mampu untuk mengubah dunia, karena setiap tindakan yang disertai dengan zikir kepada Allah SWT memiliki kekuatan yang dahsyat, karena sudah bercampur dengan pengawasan dan kekuasaan Allah SWT.
Namun realitanya saat ini, sering kita terbuai, dinina'boboin oleh keadaan yang tidak mendidik secara islami, sehingga sekali kita sering menyia-nyiakan rahmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Masih banyak orang yang belum melakukan dzikir dengan benar, bukti nyatanya ialah bagaimana kualitas umat Islam di negeri yang mayoritas muslim ini. Indonesia sebagai negara yang mayoritas muslim, lazimnya mampu memberi pengaruh positif terhadap kemajuan negara
Adalah benar kata para mujahid, bahwa kemunduran umat Islam karena umatnya yang meninggalkan ajaran agama Islam. Bukan agama Islam yang menjadi masalah, tetapi karena justru kita yang meninggalkan Islam dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita belum melakukan ibadah yang melibat ruh kita. Marilah kita kembali ke dalam ajaran Islam secara kaaffah, salah satunya dengan membumingkan zikir dalam setiap aktifitas kita sehari-hari.

Apabila zikir terus terpatri dalam jiwa kita, maka akan membawa kepada suasana yang nyaman, dan kenyamanan itu tidak ada batasnya, sepanjang zikir menyertai hati kita, hati akan terus terjaga dari segala penyimpangan prilaku yang tidak sesuai dengan fitrahnya manusia. Diantara bukti cinta manusia kepada Allah adalah kemauannya yang tulus untuk selalu menghadirkan-Nya lewat ucapan (dzikir) maupun lewat tindakan dengan mengikuti perintahNya. Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”. (QS. Al-Ra’d : 28). Tindakan dari orang yang beriman untuk mengikuti perintah-Nya akan mendekatkan seseorang kepada Tuhannya, mendapatkan ridho-Nya, serta dijanjikan ketentraman hati yang tentunya akan berdampak pada kehidupan yang berkah, damai dan sejahtera. Jadi, jangan biarkan hatimu hampa dari dzikir kepada Allah meski sedang ”hampa” karena kehilangan kekasih atau pujaan hati. Dzikir kepada Allah akan membantumu meringankan beban kehilangan tersebut, karena masih ada Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang mencintaimu setiap saat, baik sebagai muslim yang beriman  maupun sebagai manusia. Zikir merupakan pintu utama menuju Allah, zikir akan senantiasa terbuka lebar. Pintu ini selalu terbuka selama tidak terkunci oleh kelalaian orang yang bersangkutan, maka temukanlah kenyamanan hidup dengan zikir dengan mengingat Allah SWT, dimanapun kita berada. Semoga kita semua menjadi orang yang terus konsisten dalam berzikir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar