“ Wahai orang-orang yang
beriman. Ingatlah Kepada Allah SWT, dengan mengingat (namanya)
sebanyak-banyaknya, dan bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”. ( Q.S
Al-Ahzab /33: 41).
`
Gema untuk
mengajak ummat dalam rangka berzikir atau mengingat Allah SWT merupakan satu
dorongan yang kuat untuk membangkitkan
semangat keislaman yang tinggi yang didasari dengan aqidah yang kokoh untuk berjihad
pada jalan Allah SWT. Sejatinya orang yang memiliki iman, hatinya akan bergetar
ketika mendengar kalimat-kalimat yang mengagungkan Allah SWT. Zikir memiliki kekuatan
yang dahsyat yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak beriman, kekuatannya
mampu untuk mengubah prilaku yang buruk kepada yang lebih baik, bahkan kekuatan zikir juga mampu untuk
mengatasi segala persoalan yang sedang melanda pada diri manusia. firman Allah
dalam Al-Qur’an : “ Barang siapa mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya,
karena itu, Ingatlah kepada-Ku, nisaya Aku akan mengingat kalian”. ( Q.S
Al-Baqarah: 152).
Berzikir
kepada Allah SWT adalah bukti kecintaan kita kepada Allah yang maha kuasa,
dengan memperbanyak mengingat-Nya, maka Allah akan selalu mengingatnya, tentu
dengan segala perhatian yang penuh dengan kasih sayangnya Allah sebagai yang
maha cinta, kasih dan memiliki keagungan untuk memberi pertolongkan kepada
siapa pun yang Ia kehendaki. Zikir adalah sarana membangun cinta dengan Allah.
Apabila terjalin kemesraan dengan Allah SWT, karena hambanya selalu
mengingat-Nya, pada gilirannya akan mendapat perlindungan dari Allah SWT yang
berujung kepada keberkahan hidup.
Maka sebagai
orang yang beriman, teruslah untuk berzikir kepada Allah SWT dimanapun,
bagaimanapun keadaan kita, karena manusia tidak pernah luput dari pantauan dari
kekuasaan Allah SWT. Desiran kalimat takbir, tahmid dan tasbih yang tertancap
dan sudah mendarah daging dalam diri manusia, maka akan menjadi benteng
pertahanan yang kuat untuk menghadapi berbagai persoalan dunia yang kian
membelenggu saat ini. Apabila kita telah yakin dengan kekuatan zikir, maka kita
akan paham, bahwa manusia selaku hamba Allah SWT memiliki beban yang mutlaq,
hidup semata-mata hanya untuk mengingat Allah SWT.
Dengan
selalu berzikir kepada Allah SWT, ucapan manusia akan terus mengeluarkan
nama-nama Allah, sehingga dalam setiap hembusan nafasnya mengandung nilai-nilai
Islam, contohnya saja pada saat memulai pekerjaan dimulai dengan bismillah,
pada saat mendapat nikmat kita ucapkan alhamdulillah, pada saat orang lain
berdo’a untuk kebaikan, maka kita ucapkan Aamiin, pada saat bertemu diucapkan
salam dan lain sebagainya. Jadi dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang
mengandung nilai Islam, maka semua ucapan kita akan bernilai zikir, karena
selalu mengingat Allah SWT, sehingga semua aktifitas dalam kehidupan kita
bernilai ibadah. Tentu dengan aktifitas zikir yang berkesinambungan, akan
berbuah kehidupan yang penuh dengan keberkahan, karena Allah SWT akan terus
mengingat orang-orang yang mengingat-Nya. Dan dengan kekuatan zikir itu juga,
Ummat Islam akan menyatu, karena disatukan oleh aqidah yang kokoh, pada
akhirnya nanti, kekuatan zikir itu juga mampu untuk mengubah dunia, karena
setiap tindakan yang disertai dengan zikir kepada Allah SWT memiliki kekuatan
yang dahsyat, karena sudah bercampur dengan pengawasan dan kekuasaan Allah SWT.
Namun realitanya saat ini, sering kita terbuai,
dinina'boboin oleh keadaan yang tidak mendidik secara islami, sehingga sekali
kita sering menyia-nyiakan rahmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Masih
banyak orang yang belum melakukan dzikir dengan benar, bukti nyatanya ialah
bagaimana kualitas umat Islam di negeri yang mayoritas muslim ini. Indonesia
sebagai negara yang mayoritas muslim, lazimnya mampu memberi pengaruh positif
terhadap kemajuan negara
Adalah benar kata para mujahid, bahwa kemunduran umat Islam karena umatnya yang meninggalkan ajaran agama Islam. Bukan agama Islam yang menjadi masalah, tetapi karena justru kita yang meninggalkan Islam dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita belum melakukan ibadah yang melibat ruh kita. Marilah kita kembali ke dalam ajaran Islam secara kaaffah, salah satunya dengan membumingkan zikir dalam setiap aktifitas kita sehari-hari.
Adalah benar kata para mujahid, bahwa kemunduran umat Islam karena umatnya yang meninggalkan ajaran agama Islam. Bukan agama Islam yang menjadi masalah, tetapi karena justru kita yang meninggalkan Islam dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita belum melakukan ibadah yang melibat ruh kita. Marilah kita kembali ke dalam ajaran Islam secara kaaffah, salah satunya dengan membumingkan zikir dalam setiap aktifitas kita sehari-hari.
Apabila zikir terus terpatri dalam jiwa kita,
maka akan membawa kepada suasana yang nyaman, dan kenyamanan itu tidak ada
batasnya, sepanjang zikir menyertai hati kita, hati akan terus terjaga dari
segala penyimpangan prilaku yang tidak sesuai dengan fitrahnya manusia. Diantara bukti cinta manusia kepada Allah adalah
kemauannya yang tulus untuk selalu menghadirkan-Nya lewat ucapan (dzikir)
maupun lewat tindakan dengan mengikuti perintahNya. Firman Allah dalam
Al-Qur’an: “Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram”. (QS.
Al-Ra’d : 28). Tindakan dari orang yang beriman untuk mengikuti perintah-Nya
akan mendekatkan seseorang kepada Tuhannya, mendapatkan ridho-Nya, serta
dijanjikan ketentraman hati yang tentunya akan berdampak pada kehidupan yang
berkah, damai dan sejahtera. Jadi, jangan biarkan hatimu hampa dari dzikir
kepada Allah meski sedang ”hampa” karena kehilangan kekasih atau pujaan hati.
Dzikir kepada Allah akan membantumu meringankan beban kehilangan tersebut,
karena masih ada Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang mencintaimu setiap
saat, baik sebagai muslim yang beriman maupun sebagai manusia. Zikir
merupakan pintu utama menuju Allah, zikir akan senantiasa terbuka lebar. Pintu
ini selalu terbuka selama tidak terkunci oleh kelalaian orang yang
bersangkutan, maka temukanlah kenyamanan hidup dengan zikir dengan mengingat
Allah SWT, dimanapun kita berada. Semoga kita semua menjadi orang yang terus
konsisten dalam berzikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar