Oleh: Tantomi Simamora terbit di metrotabagsel edisi 25 july 2017
“Pasca Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Memerangi narkoba
Jangan hanya sekedar serimonial, karena akan berdampak negatif kepada generasi
bangsa ini”
Peredaran
narkoba saat ini semakin menggelora, terus mengintai para generasi bangsa ini,
dengan berbagai cara yang dilakukan, mulai dari hal yang biasa sampai kepada
luar biasa, sehingga para petugas yang diamanahkan untuk mengintai peredaran
narkoba tersebut, merasa kesulitan. Bahkan terkadang dengan menggunakan simbol
dan kelemahannya sendiri untuk mengedarkan narkoba yang sangat berbahaya itu, seperti
perempuan hamil dan orang cacat dan sebagainya. Jika hal ini terus dibiarkan,
seiring dengan berjalannya waktu, generasi bangsa ini akan punah dengan
sia-sia. Dilansir dari Kompas.com (18/07/2017), Deputi Pemberantasan Badan
Narkotika Nasional (BNN) Arman Depari menyebut peredaran narkoba di Indonesia
semakin marak. Arman mengetakan hal itu berdasarkan data pengungkapan kasus
oleh aparat gabungan dan profil pelaku yang diamankan."Modus operandi dan
pelaku-pelaku yang terlibat di dalam peredaran narkoba ini semakin hari
kelihatannya semakin canggih, beragam, dan melibatkan seluruh lapisan
masyarakat," kata Arman, dalam konferensi pers di Terminal 2D Bandara
Soekarno-Hatta, Selasa (18/7/2017). Keterangan selanjutnya dikatakan,
"Salah satu modusnya adalah menyembunyikan narkoba di dalam sepatu. Juga
di Palembang, menyembunyikan narkoba yang akan dibawa ke Batam, dicampur
dengan buah-buahan dan makanan-makanan ringan".
Kenyataan ini memang sangat pahit, jika kita
telusuri, peredaran narkoba saat ini menjadi satu tantangan yang begitu berat
untuk dihadapi bangsa ini, terlebih generasi bangsa yang menjadi target utama
peredaran narkoba yang kian menganga. Kita yakin sepenuhnya kepada Tim SAR BNN
( Badan Narkotika Nasional), perjuangan mereka sudah dapat terlihat, namun
persoalan narkoba tidaklah bisa diselesaikan dengan sepihak saja, meski
didukung oleh semua pihak, baik pemerintahanan maupun masyarakat, terutama
kepada lembaga pendidikan yang menjadi wadah utama dalam pembentukan karakter
peserta didik, sejatinya harus memerhatikan perkembangan anak kekinian.
Penyalahgunaan
narkoba oleh para pelajar dipengaruhi oleh banyak faktor, (seperti yang di
ungkapkan dalam buku Yatim, 1991).” Faktor penyebabnya yaitu kepribadian,
mayoritas pemakai narkoba mempunyai kepribadian yang lebih tertutup
dibandingkan dengan bukan pemakai narkoba. Selsin itu orang yang berkepribadian
lemah, mudah kecewa, dan tidak mampu menerima kegagalan, maka kemungkinannya
untuk tergelincir menjadi pemakai akan lebih mudah dibandingkan orang orang
yang mempunyai kepribadian kuat, tahu mana yang benar mana yang salah, berani
mengatakan tidak, dan tidak tergantung pengaruh orang lain”.
Faktor utama yang menyebabkan para pelajar
menyalahgunakan narkoba yaitu kurangnya landasan agama di dalam keluarga,
sehingga iman kurang teguh dan mudah tergiur untuk menggunakan narkoba. Semua
agama mengajarkan pemeluknyan untuk menghindari kerusakan, baik kerusakan bagi
dirinya, keluarganya dan lingkungannya, terlebih dari pengaruh lingkungan
sekitar, karena pada awalnya para pelajar hanya ingin coba-coba saja, yang
berawal dari coba-coba tersebut sehingga para pelajar tersebut menjadi pecandu
narkoba. Mereka ingin diakui atau diterima dalam kelompoknya, sebagai contoh
ada sekumpulan orang atau genk yang di dalamnya adalah para pengguna narkoba,
sehingga mereka mencoba menggunakan narkoba agar diterima di dalam anggota
tersebut.
Peredaran
narkoba yang terus mengintai generasi bangsa ini, menunjukkan, bahwa peredaran
narkoba sudah berjalan lama di
Indonesia, maka penting sekali bergotong royong untuk sama-sama memeranginya,
tidak hanya Pemerintahan pusat, Pemerintahan daerah pun harus turut andil, agar
Indonesia bersih narkoba sebagai penyakit sangat berbahaya dan berjangkit
kepada genarasi selanjutnya. Kemudian dalam memerangi narkoba juga harus didukung
oleh masyarakat, dan tidak menutup-nutupi peredaran narkoba, dengan demikian,
peredaran narkoba terminimalisir, sehingga dengan mudah dipantau oleh para
petugas yang diamanahkan pemerintah seperti BNN (Badan Narkotika Nasional). Pemerintah
juga sejatinya, memberikan penyuluhan kepada orang-orang yang sudah terlanjur
memakainya, dengan pendekatan-pendekatan yang lebih efektif, menyesuaikan
dengan kondisi yang dialami orang yang terlanjur memakainya. Terutama dalam
pendekatan secara agama, karena dengan pendekatan agama, akan menjadikan setiap
manusia sadar dan kembali kepada fitrahnya sebagai manusia yang bersih dari
segala keburukan.
Dan yang
tidak kalah pentingnya, Pemerintah dan para pegiat pendidikan Negeri tercinta
ini, perlu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi bangsa ini,
bahwa narkoba adalah zat yang sangat berbahaya serta memperbanyak penyuluhan
kepada masyarakat, dengan pendekatan edukatif yang dilengkapi dengan media yang
tepat untuk masyarakat, karena tindakan untuk memerangi narkoba saat ini, tidak
lagi bisa dengan metode yang biasa-biasa saja, mesti dengan tindakan yang luar
bisa dan pembaruan-pembaruan, agar peredaran narkoba segera bisa dibersihkan
dari Negeri tercinta ini. kemudian tidak kalah pentingnya kepada para orang
tua, agar terus meningkatkan pengontrolan terhadap anaknya, dan tidak
membiarkan anaknya bergaul secara bebas,karena pergaulan anak kekinian semakin
tak menentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar