Islam Itu Tinggi

Oleh Tantomi Simamora terbit di harian dnpportibi july 2017

Agama yang paling diridhai Allah SWT adalah Islam, dan telah terbukti kebenarannya melalui Al-Qur’an dan hadis,  sebagai sumber dari ajarannya. Islam sesuai dengan perkembangan zaman, walau sebagian menganggap tidak demikian, namun nyatanya Islam banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan zaman ini. Islam telah membuktikan pada dunia, bahwa keberadaannya sangat mempengaruhi peradaban dunia, terbukti dengan kemajuan Daulah Abbasiyah dan Dinasti umayyah di Spanyol.
                Islam adalah agama yang sangat tinggi nilainya, tidak bisa digantikan dengan harta, kedudukan maupun jabatan, terbukti ketika orang-orang kafir Qurays masa jaman jahilyah, yang selalu ingin menghalangi dakwah nabi Muhammad SAW untuk menyiarkan islam di Mekkah, mereka tidak pernah berhenti untuk menghalangi dakwah nabi Muhammad SAW dengan cara mencaci, mengancam, melempari dengan kotoran, bahkan beniat untuk membunuh nabi Muhammad, tetapi tidak berhasil.
                Tidak hanya itu, pada saat mereka tidak berhasil menghalangi dakwah nabi Muhammad SAW, mereka mencoba untuk membujuk nabi dengan harta, kedudukan, wanita dan jabatan, namun semua usaha orang-orang Qurays tetap saja tidak berhasil. Kejadian ini menunjukkan, bahwa Islam adalah agama yang sangat berharga dan tidak bisa dibandingkan dengan kemewahan dunia yang sifatnya sementara. Sementara agama adalah untuk kepentingan dunia dan akhirat.
                Islam adalah agama aqidah, memancarkan cahaya iman yang menerangi orang-orang yang tulus dan murni. Islam tidak menghendaki orang-orang zolim. Islam tidak pernah mundur selagi masih didasari dengan aqidah yang mantap, bahkan akan mewujudkan kekuatan yang luar biasa yang tak pernah kita duga. Contoh pada saat terjadinya perang badar, pasukan umat islam hanya berjumlah tiga ratusan melawan pasukan kafir Qurays kurang lebih seribu orang, jumlah yang sedikit dibandingkan kafir qurays, tetapi tetap saja perang itu dimenangkan oleh umat Islam.
                Kemenangan umat Islam pada perang badar menimbulkan dampak positif terhadap agama Islam, umat islam saat itu, semakin solit karena merasakan langsung pertolongan Allah SWT. Namun bagi orang kafir Qurays yang kalah dalam perang tersebut, mereka tidak habis pikir dengan kekalahan mereka. Setahun kemudian, mereka ingin membalas dendam kekalahannya dengan mempersiapkan pasukan yang lebih banyak lagi. perang tersebut terjadi di Bukit Uhud. Pasukan Qurays berjumlah 3000 orang melawan pasukan muslim berjumlah 1000 orang.
                Terjadinya perang Uhud, dengan persiapan umat Islam, awalnya dimenangkan umat Islam tetapi akhirnya mengalami kekalahan, karena umat Islam tidak patuh kepada strategi perang yang di susun oleh Nabi Muhammad SAW. Kekalahan umat islam pada perang Uhud menggambarkan, bahwa umat Islam tidak akan pernah mengalami kemenangan, apabila tidak disertai dengan kesatuan dan aqidah yang kuat untuk mengimani Allah dan Rasulnya.
                Meskipun Umat Islam kalah dalam perang tersebut, tetapi dalam prinsip Islam, justru akan meninggikan derajat orang-orang yang mati syahid pada perang tersebut, menjadi para ahli surga yang belum tentu didapatkan oleh orang-orang yang beragama Islam saat di Dunia. jadi tidak ada kalah dalam prinsip Islam, berjuang terus untuk membela kebenaran.
                Nabi Muhammad dalam memperjuangkan agama islam, penuh dengan perjuangan yang sangat berat untuk menegakkan kebenaran Islam. Meskinya umat Islam menyadari, bahwa untuk meninggikan agama Islam itu, dilakukan oleh umatnya sendiri yang terus berjuang menegakkan kebenaran Islam, namun harus didasari dengan iman yang kokoh.
Menjadi pimpinan Islam memang bukanlah hal yang mudah, bagaikan memegang bara api, apabila kita pegang pasti terasa panas. Tetapi apabila kita lepas, maka akan terbakar. kemajuan umat Islam sangat tergantung kepada pemimpin Islam. Apabila para pemimpin Islam tidak sungguh-sungguh dengan keimanannya dalam memerintah, maka umat Islam akan terbakar dan hancur di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tingginya derajat agama Islam, sehingga memerlukan pemimpin yang tinggi keimanannya, agar Islam dan Iman seimbang dalam menerangi jiwanya. Dalam memimpin tentunya memiliki kesungguhan untuk menegakkan Agama Islam di muka bumi ini. Pancaran cahaya iman tentunya mampu menyinari dunia yang sedang dalam kegelapan.
Sebagai kesimpulan, Keridoan Allah SWT kepada Agama Islam, agar umatnya senantiasa meninggikan agamanya dengan kekuatan iman serta mengamalkan ayat-ayat Allah,  maka akan berujung kepada kemaslahatan Umat Islam. Kepada para pemimpin islam, terutama di Negeri tercinta ini, kobarkan terus semangat menuju kebenaran Islam. Sebagai agama tertinggi, sebenarnya Islam tidak pernah menghendaki adanya peperangan, karena agama Islam sangat cinta dengan kedamaian. Perang dalam versi Islam tidaklah bertujuan untuk membunuh manusia sebanyak-banyaknya, namun tujuannya adalah dakwah. Tidak benar, kalau ada yang mengatakan, Islam itu keras dan kejam. Bandingkan strategi perang pada jaman Nabi Muhammad SAW dengan Perang Dunia pertama dunia kedua. Berapa orang yang tewas pada perang badar dan perang dunia pertama dan kedua.
Agama islam adalah agama yang damai dan diperuntukkan untuk semua manusia dan makhluk, tidak hanya untuk umat islam, namun berlaku untuk semua yang ada di langit dan di bumi, sesuai dengan Misi nabi Muhammad SAW untuk menyiarkan islam adalah Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat bagi Seluruh alam). Agama Islam adalah agama yang damai, penuh dengan kasih sayang dan kedamaian melalui sifat Allah Ar-Rahman dan Ar-Rohim. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Sesungguhnya agama yang diridhai Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian diantara mereka. Barang siapa yang inkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungannya.

(Q.S Ali Imaran/3 ayat 19)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar