Agama yang paling diridhai
Allah SWT adalah Islam, dan telah terbukti kebenarannya melalui Al-Qur’an dan
hadis, sebagai sumber dari ajarannya. Islam
sesuai dengan perkembangan zaman, walau sebagian menganggap tidak demikian,
namun nyatanya Islam banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan zaman ini.
Islam telah membuktikan pada dunia, bahwa keberadaannya sangat mempengaruhi
peradaban dunia, terbukti dengan kemajuan Daulah Abbasiyah dan Dinasti umayyah
di Spanyol.
Islam adalah agama yang sangat tinggi nilainya, tidak
bisa digantikan dengan harta, kedudukan maupun jabatan, terbukti ketika
orang-orang kafir Qurays masa jaman jahilyah, yang selalu ingin menghalangi
dakwah nabi Muhammad SAW untuk menyiarkan islam di Mekkah, mereka tidak pernah
berhenti untuk menghalangi dakwah nabi Muhammad SAW dengan cara mencaci,
mengancam, melempari dengan kotoran, bahkan beniat untuk membunuh nabi
Muhammad, tetapi tidak berhasil.
Tidak hanya itu, pada saat mereka tidak berhasil
menghalangi dakwah nabi Muhammad SAW, mereka mencoba untuk membujuk nabi dengan
harta, kedudukan, wanita dan jabatan, namun semua usaha orang-orang Qurays
tetap saja tidak berhasil. Kejadian ini menunjukkan, bahwa Islam adalah agama
yang sangat berharga dan tidak bisa dibandingkan dengan kemewahan dunia yang
sifatnya sementara. Sementara agama adalah untuk kepentingan dunia dan akhirat.
Islam adalah agama aqidah, memancarkan cahaya iman
yang menerangi orang-orang yang tulus dan murni. Islam tidak menghendaki
orang-orang zolim. Islam tidak pernah mundur selagi masih didasari dengan
aqidah yang mantap, bahkan akan mewujudkan kekuatan yang luar biasa yang tak
pernah kita duga. Contoh pada saat terjadinya perang badar, pasukan umat islam
hanya berjumlah tiga ratusan melawan pasukan kafir Qurays kurang lebih seribu
orang, jumlah yang sedikit dibandingkan kafir qurays, tetapi tetap saja perang
itu dimenangkan oleh umat Islam.
Kemenangan umat Islam pada perang badar menimbulkan
dampak positif terhadap agama Islam, umat islam saat itu, semakin solit karena
merasakan langsung pertolongan Allah SWT. Namun bagi orang kafir Qurays yang kalah
dalam perang tersebut, mereka tidak habis pikir dengan kekalahan mereka.
Setahun kemudian, mereka ingin membalas dendam kekalahannya dengan
mempersiapkan pasukan yang lebih banyak lagi. perang tersebut terjadi di Bukit
Uhud. Pasukan Qurays berjumlah 3000 orang melawan pasukan muslim berjumlah 1000
orang.
Terjadinya perang Uhud, dengan persiapan umat Islam, awalnya
dimenangkan umat Islam tetapi akhirnya mengalami kekalahan, karena umat Islam
tidak patuh kepada strategi perang yang di susun oleh Nabi Muhammad SAW.
Kekalahan umat islam pada perang Uhud menggambarkan, bahwa umat Islam tidak
akan pernah mengalami kemenangan, apabila tidak disertai dengan kesatuan dan
aqidah yang kuat untuk mengimani Allah dan Rasulnya.
Meskipun Umat Islam kalah dalam perang tersebut,
tetapi dalam prinsip Islam, justru akan meninggikan derajat orang-orang yang
mati syahid pada perang tersebut, menjadi para ahli surga yang belum tentu
didapatkan oleh orang-orang yang beragama Islam saat di Dunia. jadi tidak ada
kalah dalam prinsip Islam, berjuang terus untuk membela kebenaran.
Nabi Muhammad dalam memperjuangkan agama islam, penuh
dengan perjuangan yang sangat berat untuk menegakkan kebenaran Islam. Meskinya
umat Islam menyadari, bahwa untuk meninggikan agama Islam itu, dilakukan oleh
umatnya sendiri yang terus berjuang menegakkan kebenaran Islam, namun harus
didasari dengan iman yang kokoh.
Menjadi
pimpinan Islam memang bukanlah hal yang mudah, bagaikan memegang bara api,
apabila kita pegang pasti terasa panas. Tetapi apabila kita lepas, maka akan
terbakar. kemajuan umat Islam sangat tergantung kepada pemimpin Islam. Apabila
para pemimpin Islam tidak sungguh-sungguh dengan keimanannya dalam memerintah,
maka umat Islam akan terbakar dan hancur di tangan orang-orang yang tidak bertanggung
jawab. Tingginya derajat agama Islam, sehingga memerlukan pemimpin yang tinggi
keimanannya, agar Islam dan Iman seimbang dalam menerangi jiwanya. Dalam
memimpin tentunya memiliki kesungguhan untuk menegakkan Agama Islam di muka
bumi ini. Pancaran cahaya iman tentunya mampu menyinari dunia yang sedang dalam
kegelapan.
Sebagai kesimpulan,
Keridoan Allah SWT kepada Agama Islam, agar umatnya senantiasa meninggikan
agamanya dengan kekuatan iman serta mengamalkan ayat-ayat Allah, maka akan berujung kepada kemaslahatan Umat
Islam. Kepada para pemimpin islam, terutama di Negeri tercinta ini, kobarkan
terus semangat menuju kebenaran Islam. Sebagai agama tertinggi, sebenarnya
Islam tidak pernah menghendaki adanya peperangan, karena agama Islam sangat
cinta dengan kedamaian. Perang dalam versi Islam tidaklah bertujuan untuk
membunuh manusia sebanyak-banyaknya, namun tujuannya adalah dakwah. Tidak
benar, kalau ada yang mengatakan, Islam itu keras dan kejam. Bandingkan
strategi perang pada jaman Nabi Muhammad SAW dengan Perang Dunia pertama dunia
kedua. Berapa orang yang tewas pada perang badar dan perang dunia pertama dan
kedua.
Agama islam
adalah agama yang damai dan diperuntukkan untuk semua manusia dan makhluk,
tidak hanya untuk umat islam, namun berlaku untuk semua yang ada di langit dan
di bumi, sesuai dengan Misi nabi Muhammad SAW untuk menyiarkan islam adalah
Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat bagi Seluruh alam). Agama Islam adalah agama yang
damai, penuh dengan kasih sayang dan kedamaian melalui sifat Allah Ar-Rahman
dan Ar-Rohim. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Sesungguhnya agama yang diridhai
Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab,
kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian diantara mereka.
Barang siapa yang inkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat
cepat perhitungannya.
(Q.S Ali Imaran/3 ayat 19)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar