LGBT Dan Tantangan Pendidikan Islam

Oleh: Tantomi Simamora terbit di harian waspada medan tahun 2017

Gaya hidup manusia yang tidak menentu saat ini, membuat generas bangsa ini sukar untuk memahami makna yang terselubung dalam sebuah prilaku yang menyimpang, karena derasnya arus budaya yang tidak mendukung untuk pendidikan karakter. 141 orang kaum Gay (LGBT) menggelar pesta seks di sebuah ruko di kawasan kelapa gading, Jakarta Utara, digrebek aparat kepolisian , dari 141 gay tersebut 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dilansir dari pemberitaan Harian Waspada edisi selasa 22 Mei 2017.
Tiba-tiba saja pemberitaan ini menjadi viral di publik, bahkan banyak orang-orang yang berkomentar, baik di media massa maupun elektronik. Jika ada orang yang berusaha untuk melindungi homoseksual, berarti kita sebagai Ummat Islam berhak untuk menolak perbuatan yang sangat menjijikkan itu, karena dalam ajaran agama Islam, prilaku tersebut merupakan prilaku yang mengingkari fitrahnya manusia, sehingga wajar saja, kalau ummat Islam tidak menerima prilaku tersebut.
Lesbiyan, gay , biseksual dan transgender (LGBT) yang telah dihalalkan pernikahannya dibeberapa negara barat, secara tidak langsung sudah menjadi beban berat para pendidik Negeri ini, karena sudah banyak ilmu pegetahuan yang mengatakan, bahwa homoseksual adalah penyakit yang menular dan menyalahi fitrah manusia. Maka besar sekali harapan kepada Pemerintah, agar terus menjadikan masalah ini sebagai bahan evaluasi dalam membina karakter bangsa ini sekaligus meingkatkan upaya penyedaran manusia tentang bahaya seks bebas.

Kemudian bagi para ahli ilmu pengetahuan, terutama di bidang psikolog dan Psikiater, agar terus berupaya semaksimal mungkin untuk membangun klinik khusus untuk mengantisifasi perbuatan yang sangat menjijikkan itu, sehingga tidak sampai merambat pada dunia anak-anak yang sudah pasti merusak mental mereka. Dan dalam mengantisifasi perbuatan tersebut, meski didukung oleh semua orang tua dan tenaga pendidik, indikatornya dalam agama Islam hanya satu yaitu beribadah kepada Allah SWT dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Semoga Allah senantiasa melindungi kita, keluarga dan bangsa ini, agar tetap pada fitrah manusia yang diciptkan oleh Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar