Bodoh Dalam Hal Agama

Oleh Tantomi Simamora terbit di harian issue waspada medan 13 januari 2017

“ Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Allah).” (Q.S Al-An’am/6: 116).

Islam adalah agama yang sesuai dengan perkembangan zaman, tat kala umatnya tidak menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, maka umat Islam akan menjadi bahan olol-olokan karena tidak mampu membangkitkan agamanya yang seharusnya terpatri di dalam jiwanya. Umat Islam saat ini banyak dihadapkan dengan berbagai ujian yang datang dari orang-orang yang tidak senang dengan kemajuan Islam, mulai dari pelecehan, pelemahan budaya Islam, bahkan sampai kepada penistaan agama yang menjadai trending topic saat ini.
Sepertinya Umat Islam harus cepat-cepat bangkit untuk meningkatkan tarap pemikirannya, terutama dalam menghadapi opini-opini yang bertujuan untuk menyudutkan Islam. Di era Globalisasi ini, umat Islam dituntut untuk bergerilya dan aktif di Media Sosial  untuk memenangkan perang opini, dengan mengundang umat Islam sebanyak-banyaknya dalam tujuan yang sama. Sebagai umat Islam tentu sudah menjadi suatu kewajiban, agar menolong para pimpinan Islam dari segala penjuru. Perang opini melalui medsos saat ini tidak bisa dianggap remeh, karena apabila umat Islam tertinggal, maka umat Islam akan lemah karena lari dari arena perang yang sebenarnya, bahkan bisa saja opini publik berbalik menyerang umat Islam.
Contoh kasus aliran dana GNPF MUI dan Sari Roti, telah menjadi bahan pembicaraan para netizen. Apabila umat Islam tidak paham dengan  informasi yang sebenarnya, malah akan menjadi opini pelemahan kepada para pemimpin Islam. Hingga saat ini, Perang pemikiran (Ghazwul Fikri) sangat gencar, terutama pada tingkat pemuda yang menjadi generasi bangsa.  Umat Islam harus benar-benar waspada pada rantai-rantai pelemahan pimpinan Islam.
Agama Islam tidak hanya mengkaji rutinitas ibadah, namun harus mengkaji secara keseluruhan, termasuk dalam urusan politik. Apabila umat Islam tidak mengikuti perkembangan politik, maka suatu saat nanti kita akan dipimpin oleh orang-orang diluar dari agama Islam yang berujung kepada kemunduran kemaslahatan ummat. Jika kita melihat sejarah kemunduran Dinasti Umayyah di Spanyol, salah satu yang menyebabkan kemundurannya adalah karena bodoh dalam hal agama, pengaruh umat Islam digantikan dengan pengaruh Nasrani yang menggerogoti para pemimpin Islam. Kemajuan umat Islam saat itu menitik beratkan kepada kemajuan militer, sehingga kemajuan Ilmu pengetahuan pada masa Daulah Abbasiyah terkikis oleh waktu, karena umat Islam tidak lagi serius memperhatikannya.
Berdasarkan masalah tersebut, setidaknya bisa menjadi kaca perbandingan bagi kita, agar dalam mengikuti perkembanan jaman ini, terutama dalam hal kepemimpinan, mesti dengan ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan aqidah yang benar, karena umat Islam tidak akan pernah maju apabila tidak kembali kepada aqidah Islam yang hakiki. Kekuatan aqidah memiliki kekuatan yang luar biasa karena mendapatkan keridoan dari Allah SWT.
Cinta akan dunia juga telah membawa manusia ke alam kebodohan, sehingga umat Islam terlena dan dinina’boboin oleh Zaman yang penuh dengan fitnah. Padahal apabila kita terus mengejar dunia maka dunia pun akan menjauh, tetapi apabila kita mengejar akhirat, secara otomatis dunia akan mengikut dengan kita. Semangat dalam mengejar dunia, jangan sampai melupakan akhirat, karena pada hakikatnya, itulah yang membuat Umat Islam semakin bodoh karena melupakan landasan dari ajaran agama Islam yang sebenarnya, termasuk dalam perayaan Tahun baru yang sebentar lagi dilaksanakan. Kebodohan dalam agama ditandai dengan kegiatan Umat yang melakukan gaya hidup hura-hura pada saat perayaan Tahun Baru, karena lalai dalam urusan dunia, bukankah tidak sebaiknya pada saat Tahun baru, kita harus banyak melakukan intropeksi diri dengan amalan yang sudah kita capai pada tahun sebelumnya dan lazimnyalah sebagai orang muslim banyak berzikir untuk mengingat Allah serta berdoa, agar kedepan mendapat kebaikan yang lebih dari sebelumnya.
Namun tidak sedikit diantara umat islam, demi mendapatkan dunia, tidak sedikit diantara manusia yang melakukan hal-hal yang paling bodoh dalam agama. Mereka berani menutupi kebenaran yang sesungguhnya justru akan membawa dirinya kepada derajat yang paling hina dalam pandangan agama. hal inilah sebenarnya yang perlu dimusnahkan dari muka bumi ini, agar dalam perjalanan pemerintah yang adil bisa berjalan dengan baik.
Seharusnya umat Islam tidak pernah tergoda dengan rayuan materi apapun, berapa pun jumlah uang dari cukong, karena aqidah tidak untuk digadaikan dan iman tidak dapat dijual belikan. Terbukti pada zaman nabi Muhammad SAW, ketika Utbah ibnu Rabiah diutus oleh orang kafri qurays untuk membujuk nabi Nabi Muhammad SAW dengan harta, kedudukan dan jabatan, agar menghentikan dakwahnya, Rasululloh tidak mau dan menolak bujukan tersebut, karena dunia hanyalah sementara dan tidak akan menjamin kehidupan di akhirat.
kecerdasan umat Islam tidaklah diukur dari berapa banyak ilmu yang ia miliki, namun seberapa banyak ia mengamalkan ilmunya dalam kehidupannya sehari-hari. Umat Islam yang cerdas adalah Umat yang terus melakukan pembaharuan-pembaharuan untuk menggapai sebuah peningkatan tarap pemikiran yang dilandasi dengan aqidah yang murni dan tulus karena mengharap ridonya Allah SWT.  Begitu juga sebaliknya, umat Islam yang bodoh adalah ketika ia tidak mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupannya dan memiliki tarap pemikiran yang rendah karena tidak didasari dengan aqidah yang hakiki.
Kebanyakan manusia yang tidak pro dengan Islam akan melakukan banyak hal untuk melemahkan keimanan umat Islam seperti yang pernah dihadapi nabi Muhammad SAW. Maka umat Islam dalam semua aspek kehidupan sosial, ekonomi, politik maupun budaya harus mampu mengimbangi perkembangan zaman ini. Sebagai agama yang kuat dalam semua zaman, mestinya bisa lebih mampu untuk mempertahankan kekuatannya, tidak hanya dalam bidang ibadah saja, namun harus merangkum semua ilmu, termasuk yang paling penting adalah masalah kepemimpinan.

Sebagai kesimpulan, perang yang dihadapi umat Islam saat ini bukanlah perang fisik seperti pada zamannya Nabi, tetapi perang dalam pemikiran. Umat Islam dituntut untuk mampu dalam segala hal masalah yang menimpa Negeri tercinta ini. Jika umat Islam diperlukan untuk bergrilya dalam dunia Medsos, kenapa tidak? jihad fi sabilillah tidak hanya diperlukan untuk menghadapi perang secara fisik, namun jihad Umat Islam mesti berjuang untuk kebutuhan yang urgen dalam menggapai kemajuan Islam. Perang opini yang menjadi media paling berbahaya saat ini, hendaknya diikuti oleh semua umat Islam serta mengajak saudara seiman untuk membantu para pemimpin Islam yang terus konsisten berjuang pada jalan Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar