Mendidik Tauhid Anak


Tantomi Simamora : Mendidik Tauhid Anak terbit di koran Amanah tahun 2017 

Pada saat anak kita meminta sesuatu atau barang berharga lainnya, maka jangan sesekali langsung membelinya, suruhlah ia terlebih dahulu untuk meminta kepada Allah SWT, sebagai salah satu penanamam ilmu tauhid, agar si anak merasa bahwa segala sesuatu yang didapatkan adalah berasal dari Allah SWT
Ilmu Tauhid merupakan benteng pertahanan ummat Islam dalam mengawali kehidupan, maka anak yang menjadi dambaan setiap orang tua, sejak dini harus ditanamkan ilmu tauhid, agar kelak menjadi orang yang bermanfa’at bagi agama. pendidikan anak tidak hanya sejak dalam kandungan, tetapi sampai beranjak sewasa akan menjadi kewajiban orang tua, terlebih dalam urusan aqidah atau keimanan.
Menanamkan ilmu tauhid bagi pelajar yang kekinian menjadi satu kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, terlebih dengan banyaknya aliran-aliran keagamaan yang mengatas namakan Islam. Hal ini akan sangat membingungkan, terutama bagi anak-anak yang tidak mengenal dasar-dasar Agama Islam. Banyak hal yang menjadi penyebab kelemahan Iman seseorang. Jika tidak dari sekarang ditanamkan aqidah yang benar kepada generasi penerus bangsa ini, maka kelak mereka tidak mempunyai dasar-dasar islam, sehingga mudah saja dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam ajaran Islam.
Usia anak yang sedang dalam perkembangan, penting sekali Iman secepatnya ditanamkan pada kepribadiannya, agar terus bersinar dalam kehidupan. Di era tekhnologi yang semakin maju ini, mendidik anak dengan ilmu tauhid sangatlah penting dan tidak bisa ditunda, terlebih zaman kekinian, anak selalu berhadapan dengan informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai islam. Contohnya saja, orang-orang yang mempergunakan media sosial sebagai ajang propokasi atau menjelek-jelekkan seseorang atau suatu kelompok. kemudian tayangan televisi tentang kejadian-kejadian yang menakutkan seperti kuburan terbang, mayat yang bisa bangkit kembali.
Tentunya, hal ini akan mengakibatkan generasi muda banyak yang takut kepada kuburan. Padahal sudah jelas dalam ajaran Islam, bahwa orang yang sudah mati, tidak akan pernah bangkit lagi, kecuali nanti di hari kiamat. Sungguh ini merupakan ajaran yang sangat merusak mental manusia, terutama anak-anak. Tidak hanya itu, pergeseran nilai-nilai keimanan pada manusia juga terjadi, pada saat mengkonsumsi penyajian media tentang pornografi dan pornoaksi. Hal ini yang sangat banyak merusak mental para pelajar, karena tidak ada dasar keimanan yang kokoh.
Islam adalah agama aqidah yang harus ditanamkan pada jiwa setiap manusia, terutama dalam mendasari pendidikan anak, hendaknya ilmu tauhid pada jiwa generasi ummat Islam, mampu memancarkan cahaya yang menerangi setiap jalan untuk menghadapi zaman yang penuh cobaan ini, karena agama Islam tidak pernah mundur selagi masih didasari dengan aqidah yang mantap, bahkan akan mewujudkan kekuatan yang luar biasa yang tak pernah kita duga. Contoh pada saat terjadinya perang badar, pasukan umat islam hanya berjumlah tiga ratusan melawan pasukan kafir Qurays kurang lebih seribu orang, jumlah yang sedikit dibandingkan kafir qurays, tetapi tetap saja perang itu dimenangkan oleh umat Islam.
Yakinlah...! ummat Islam tidak akan pernah bangkit, kecuali dengan keimanannya, karena keimananlah yang akan menyatukan ummat Islam dan sebagai modal utama dalam menempuh kehidupan ini. Generasi ummat saat ini penting untuk ditanamkan aqidah yang kokoh dalam rangka membendung derasnya budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. jika hal ini tidak segera ditanamkan pada generasi ummat sekarang, maka kedepan ummat Islam akan menghadapi segala kisruh yang memecahkan persatuan ummat Islam yang berujung kepada kemunduran-kemunduran, baik dari segi sosial, budaya maupun politik.
Namun dalam penanaman ilmu tauhid kepada anak, sebaiknya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang kepada anak. Dan yang paling penting adalah orang tua tidak bisa memaksan anak dengan kehendak kita sendiri, maka dalam mendidik anak dengan ilmu tauhid harus dengan kreatif tinggi untuk menyadarkan sang anak terhadap pentingnya keimanan dalam kehidupan, sehingga anak menjadi orang beriman secara hakiki dan mutlaq hidup karena Allah SWT.

                Maka dalam hal ini, dunia pendidikan saat ini sudah saatnyalah menjadikan aturan ilahi yang menjadi pedoman utama dalam kehidupan ini, agar pendidikan sejalan dengan aqidah yang sebenarnya. Tentu rajutan pendidikan yang penuh dengan ke-Tuhanan akan melahirkan pendidikan karakter, tidak hanya bermanfa’at untuk anak, namun akan bermanfa’at untuk kemajuan bangsa, terutama dunia pendidikan saat ini yang telah dirasuki nilai-nilai kafitalisme yang lebih mementingkan kelompok tertentu, tidak secara umum kepada Negeri tercinta ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar