Lupa Bukan Berati Tidak Cerdas
Lupa Bukan Berati Tidak Cerdas, Ini Penjelasannya http://tz.ucweb.com/7_1JwrW
Ciptakan Stress di Tempat Kerja
Menciptakan
Stres dalam Di Tempat Kerja
Semua
perusahaan menghendaki adanya kemajuan-kemajuan untuk menciptakan produk yang
berkualitas, dengan segala kemampuan karyawannya, perusahaan mesti produktif
dan mampu bersaing dengan yang lain secara sehat.perusahaan yang produktif
tentu dalam proses bekerja, para karyawannya pasti terlihat tegang karena
keseriusannya bekerja, karena harapan mereka tidak hanya untuk memajukan
perusahaan, namun tersimpan sebuah semangat untuk menggali potensi untuk
pengembangan diri. Terkadang mereka mengalami stres, namun bagi mereka stres
merupakan pondasi sekaligus motivasi untuk maju. Pokok pemikiran seorang
pimpinan perusahaan saat ini, membutuhkan pemimpin yang benar-benar paham
dengan SDM dan kualitas kerja yang sifatnya tidak cepat untuk puas.
Peran stres
dalam dunia kerja mempunyai peranan penting, stres yang meliki banyak ide dan daya
imajinatif yang tinggi untuk melakukan pembaharuan-pembaharuan. Pengaruh stres
di tempat kerja sangat cepat berjangkit, baik kepada diri sendiri maupun kepada
orang-orang di sekitarnya. Bagi seorang pemimpin dalam suatu lembaga atau
perusahaan, sangat perlu untuk memperhatikan tingkatan stres di tempat
kerja karena sangat berpengaruh terhadap
kinerja seseorang. Lingkungan pekerjaan anda akan semakin tidak nyaman jika
tidak dihuni orang-orang stres.
Semua orang
pasti pernah merasakan stres, tetapi kebanyakan stres yang ditemukan, karena
tidak ada solusi untuk permasalahan yang ia hadapi. Stres seperti ini tidak
akan terjadi pada seorang karyawan yang profesional serta mempunyai kesiapan
yang matang dalam bekerja. Stres yang dimaksud disini adalah mencoba untuk
menikmati ketegangan karena ada dorongan untuk mencapai kemajuan-kemajuan yang
menjanjikan, baik kemajuan secara materi maupun untuk pengembangan diri.
Penting sekali kita memelihara stres dalam dunia kerja, karena stres merupakan
usaha seseorang untuk menemukan kunci dari sebuah permasalahan. Stres sebagai
tanda bukti, bahwa seseorang telah berkerja dengan baik, ia tidak akan pernah
nyaman, apabila belum menemukan kunci dari sebuah permasalahan yag ia hadapi.
Secara kontinu akan melakukan perubahan-perubahan untuk sebuah kemajuan.
Dalam
bukunya Alien Hamilton (2007) disebutkan, Kapten Cook mencatat di dalam buku
diarinya “ Stres merupakan awal dari penemuan”. Dimana Claudius juga mengatakan
“ berikan kepadaku oang-orang yang cemas”. Dan Camus menyimpulkan, “ hanya
orang-orang yang matilah yang tidak mempunyai rasa khawatir”.
Banyak
orang-orang yang sukses karena stres,
karena tidak pernah merasa puas dengan prestasinya, diantaranya adalah Cornelis
Jansen, seorang pembuat jam dari Belanda, mengembangkan sebuah jimat kebersihan
dan berjanji untuk membuktikan kepada orang yang skeptis dan keluarganya yang
sudah lama menderita bahwa tangan kita ditutupi oleh Kuman. Ia menemukan
mikrosof. Kemudian Hans Lippershey, seorang petani Belanda, terobsesi dengan
ketakutan akan perajurit bayaran Jerman yang akan masuk ke dalam Negaranya
untuk merampas bola lampunya yang terkenal. Ia menemukan teleskop.
Terutama
kepada pimpinan lembaga atau perusahaan, dalam merekrut karyawan baru, penting
sekali untuk memperhatikan tingkatan stres yang terjadi pada calon karyawan. Apabila
bagi seorang calon karyawan, tidak menemukan stres dalam pekerjaannya,
sebaiknya dikaji ulang, untuk menerimanya sebagai karyawan tetap perusahaan,
karena di dalam suatu pekerjaan lazimnya mendapatkan tantangan-tantangan yang
berarti untuk kemajuan.
Seorang
karyawan yang cepat puas dari kinerjanya mendakan suatu kehancuran bagi
perusahaan, sebab dengan tingkatan kepuasan yang tinggi, berakibat kepada
kinerja yang semu. Pertandan seseorang itu mulai berhasil dalam kenerjanya
adalah menemukan stres di setiap pekerjaannya, bukan sebagai beban, tetapi
karena ingin meraih kemajuan-kemajuan yang sifatnya berkembang dan mampu
bersaing dengan perusahaan di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Menurut
penulis, kepuasan kinerja merupakan jebakan bagi seseorang untuk berhenti
berbuat, sehingga saat itu juga, ide akan terhenti karena terlena dengan
keberhasilan yang sifatnya hanya sesaat. Stres di tempat kerja penuh dengan
daya cipta dan imajinatif untuk melakukan terobosan-terobosan baru untuk
kemajuan perusahaan. Stres juga bisa menjamin bahwa pekerja lebih jauh dari
kemungkinan akan terjadinya kecelakaan saat kerja.
Bekerja di
bawah tekanan, sudah menjadi hal yang lumrah bagi para karyawan yang memiliki
tingkatan stres yang tinggi, justru dengan beban tersebut, bisa memompa dan
membangkitkan para pecinta stres untuk menunjukkan keberhasilan yang luar
biasa. Energi stres yang positif memang bisa membangkitkan semangat dalam
bekerja, tetapi harus didukung dengan kemampuan yang berkompeten di bidangnya.
Karena itulah setiap perusahaan dalam merekrut karyawan tidak sembarangan,
mesti sesuai dengan kemampuan di bidangnya.
Apabila
perusahaan memelihara stres dalam dunia kerja, profesionalisasi dalam bekerja
akan semakin meningkat karena para karyawannya adalah yang mampu di bidangnya
masing-masing, sehingga dengan mengoptimalkan stres dalam dunia kerja, tentunya
perekrutan karyawan dalam sebuah perusahaan, akan meminimalisir adanya praktek nepotisme yaitu mengangkat family atau
keluarganya sebagai tenaga kerja walaupun sebenarnya tidak mampu. Stres terjadi karena tidak mampu mengatasi
masalah.
Sebagai
kesimpulan, di era globalisasi yang semakin maju ini, perusahaan dalam merekrut
dan memberdayakan karyawannya, harus mampu merangsang karyawannya, agar bisa kebal pada tingkatan
stres yang tinggi, bekerja dengan beban dan target, agar perusahaan terus
bertahan dan mampu bersaing di tingkat lokal, nasional dan internasional. Para
pekerja yang terbiasa dengan ketegangan menunjukkan keseriusan yang
menghasilkan kemajuan secara kontinu bukan hanya sesaat. kemudian bagi para
karyawan perusahaan, agar dalam bekerja tidak cepat merasa puas dengan prestasi
yang sudah ada, berbuatlah terus untuk kemajuan, baik untuk perusahaan tempat
kita bekerja maupun untuk kemajuan diri. Semoga nasib para buruh dan karyawan
di Indonesia terus mendapat perhatian dari pemerintah amin ya Rabbal ‘Alamin.
Good Luck..!!
Pungli, Kejahatan terselubung di Sekolah
Pungli, kejahatan Terselubung Di Sekolah
“Bekerja dalam Dunia Pendidikan mesti memiliki
kepribadian yang mantap, berakhlak serta memiliki pondasi keagamaan yang kuat,
agar terhindar dari pungli, yaitu sebuah kejahatan yang mengotori marwah pendidikan”.
Pungli
sebagai salah satu perbuatan jahat oknum para pejabat yang menyalah gunakan
kekuasaannya untuk mengutip pembayaran yang tidak tercantum dalam aturan
pemerintah. Praktek pungli cenderung sifatnya memaksa, bahkan termasuk kategori
pemerasan, karena diluar dari pembayaran resmi aturan pemerintah. Pungli juga
banyak mendefinisikan dengan sebutan pungutan lihai karena sudah merambat ke
berbagai lembaga, termasuk Pendidikan yang dikenal sebagai wadah untuk
menciptakan generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter.
Apa jadinya
kalau pungli semakin marak dalam dunia pendidikan. Tentu pungli sebagai bentuk
salah satu kejahatan akan berdampak negatif untuk kemajuan pendidikan.
Pendidikan yang bertujuan untuk membentuk karakter, malah menjadi jalan
terjadinya kejahatan. Akhir-akhir ini banyak media memberitakan tentang pungli
masuk ke ranah pendidikan seperti berita di waspada edisi 12 nopember 2016
“pungli sudah masuk ke ranah pendidikan”. Tak perlu kita sebut satu persatu,
namun yang terpenting menurut penulis, agar pungli di dunia pendidikan,
hendaknya segera di sapu bersih oleh SATGAS SABER Pungli yang telah dibentuk
oleh Pemerintah.
Ini akan
menjadi masalah yang pasti kian membelenggu dalam dunia pendidikan, apabila
tidak segera diselesaikan. Percuma pemerintah mengeluarkan APBN sebesar 20 %
untuk pendidikan, apabila dalam penyalurannya tidak efektif. Justru ini akan
menjadi penghalang untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.
pungli pada
ranah pendidikan menunjukkan ketidak jujuran dalam menjalankan amanah
pendidikan di Indonesia, baik sebagai kepala Dinas maupun kepala sekolah. Saya
tidak bisa bayangkan, betapa cerdas dam cerdiknya seseorang yang melakukan
pungli di dunia pendidikan. Penting sekali untuk dipahami, agar Saber Pungli
pada ranah pendidikan dilakukan dengan sangat teliti karena pelakunya adalah
orang-orang pintar yang punya mental sebagai perusak wajah pendidikan. Saya
tidak bisa bayangkan, bagaimana membuat laporan LPJ nya kepada pemerintah,
sehingga tersusun rapi padahal penuh dengan kebohongan-kebohongan.
Pada saat
pungli dibiarkan dalam dunia pendidikan, besar kemungkinan pendidikan tersebut
secara tidak langsung melahirkan kurikulum baru yaitu membudayakan pungli.
Dalam dunia pendidikan, sering kali terjadi pengutipan-pengutipan yang kita
anggap hal biasa, seperti pengutipan administrasi ujian, biaya peralatan dan
lain sebagainya. memang kita tidak bisa langsung menyalahkan Sekolah, karena
pungutan tersebut terkadang bertujuan untuk proses belajar mengajar yang sangat
urgen. Namun tetap saja, hal itu bisa
menjadi penyebab membudayanya pungli di Sekolah, meskipun karena keterbatasan
biaya. Dalam hal ini, mungkin perlu transparansi dalam mengelola keuangan, agar
tidak ada lagi kutipan di pertengahan pembelajaran.
Apabila
pungli terus marak dalam dunia pendidikan, Indonesia tidak hanya mengalami
krisis ekonomi, namun akan membuka peluang untuk krisis pendidikan, karena
pungli bisa saja berakibat kepada karakter seorang pendidik berubah menjadi
penjahat. Dalam bidang ekonomi, pungli hanya menguntungkan satu pihak yang
memegang tampuk kekuasaan untuk meminta, dengan kata lain yang kaya makin kaya
dan yang miskin bertambah miskin. Apabila ekonomi merosot dan pendidikan
terpuruk, maka akan berakibat patal untuk kemajuan Negara dan Agama.
Ketika
pungli semakin lihai, tidak hanya dalam ranah pendidikan, kemanapun ia
merambat, pasti akan menjadi suatu keresahan masyarakat sekaligus sumber
masalah yang sangat sulit, terutama untuk kaum lemah. hal ini sangat
membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, agar pungli disapu bersih dari
semua instansi, baik di Instansi pemerintah maupun swasta karena pungli akan
berpengaruh untuk sebuah kemajuan Negara. Pungli di Sekolah memerlukan
pengawasan secara mendalam dan konprehensif, meskipun ada pungutan karena
persetujuan orang tua siswa. Bagi orang tua siswa yang ekonominya kuat, ia
pasti akan ikhlas untuk membayarnya karena untuk kemajuan anaknya. Namu bagi
orang tua yang ekonominya lemah, pasti masalah ini akan menjadi sangat
mengganjal dalam pikirannya, terutama anaknya akan minder dengan
kawan-kawannya.
Sebagai
kesimpulan, beragam macam pungli terjadi di Sekolah, mulai dari uang ujian,
buku, wisuda, kenang-kenangan dan sebagainya, memerlukan perhatian khusus bagi
pemerintah, agar pungli dibersihkan dari sekolah, terutama sekolah yang berada
dalam naungan pemerintah. Penemuan
pungli di sekolah menimbulkan banyak pertanyaan, diantaranya adalah : apakah
pemerintah tidak mencukupi fasilitas sekolah atau malah dana pendidikan yang
diberikan Negara itu tidak sampai ke sekolah, mungkinkah oknum pejabat yang
menggelapkannya, sehingga tidak bisa terlihat hasilnya. Pertanyaan-pertanyaan
itu pasti bisa dijawab oleh pemberantas pungli yang sudah diamanahi Pemerintah
apabila benar-benar dalam menjalankan tugasnya.
Tentu kita sangat menginginkan keputusan Perpres atau Peraturan Presiden
Nomor 87 Tahun 2016 tentang (pembentukan) Satuan Tugas Sapu
Bersih (Satgas Saber Pungli) segera beraksi, terutama pada ranah pendidikan.
Semoga
Satgas Saber pungli lebih peduli kepada pungli pada ranah pendidikan, agar
pendidikan di Indonesia bisa berjalan dengan baik, sehingga dana yang
disalurkan pemerintah untuk pendidikan bisa bermanfaat untuk kemajuan Negeri
yang tercinta ini. Kemudian kepada para pemimpin yang diamanahi untuk
menanggung jawabi kemajuan pendidikan di Indonesia, hendaknya jangan mengotori
dunia pendidikan dengan pungli, karena pungli adalah kejahatan yang sangat
bertolak belakang dengan dunia pendidikan.
Sebagai
saran kepada pemerintah, selain memberantas pungli di Sekolah mesti sejalan
dengan pemberantasan korupsi yang dianggap sebagai pemicu terjadinya pungli.
Dan salah satu usaha untuk menghentikan pungli di Sekolah, pemerintah harus
melengkapi fasilitas-fasilitas sekolah dan mengutamakan kesejahteraan guru.
Apabila fasilitas sekolah lengkap dan gurunya sejahtera, maka besar kemungkinan untuk tidak terjadi
korupsi dan pungli.
Hindari Zona Nyaman menuju kemajuan karya Tantomi Simamora
Hindari Zona Nyaman Menuju Kemajuan
Sebuah motivasi yang sering disampaikan oleh atasan saya, untuk terus semangat dalam bekerja dengan cara menghindari kepuasan terhadap diri sendiri dan tidak boleh terjebak dalam satu rutinitas saja. Zona nyaman yang dimaksud disini, orang yang memiliki jiwa kemajuan akan terus memikirkan ide-ide baru dalam aktifitasnya, ia akan terus melakukan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kinerjanya, tidak pernah nyaman dengan sesuatu yang ia hasilkan. Jangan sampai Zona nyaman ini terpatri di dalam jiwa seseorang, karena akan mengakibatkan tidak kompetitif untuk menuju sebuah kemajuan. Zona nyaman akan membuat seseorang terlena, dinina’boboin oleh rasa kepuasan terhadap diri sendiri, karena sudah berhasil mengerjakan yang menjadi rutinitas setiap harinya. Akibatnya, pekerjaan tersebet tidak mengalami perkembangan signifikan, karena mengandalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Tentunya, tentunya, hal ini akan sangat berpengaruh untuk kemajuan suatu lembaga atau perusahaan. Jika kita belajar dari sejarah, merek mobil 100 tahuan yang lalu tidak ada apa-apanya, jika kita bandingkan dengan mobil yang ada sekarang. Artinya setiap saat kita harus terus melakukan hal yang terbaik dalam hidup kita, baik untuk meningkatkan kualitas diri maupun perkejaan, agar dalam setiap pekerjaan itu, lebih bermakna dan bermanfaat. Kemudian dari pandangan Islam, melalui hadis nabi: “ Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik dari pada hari yang kemaren maka dia termasuk orang yang beruntung, barang siapa yang harinya sama dengan yang kemaren, dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang harinya sekarang lebih jelek dari yang kemaren maka dia terlaknat. Meski hadis ini tidak bisa sebagai hujjah mengingat tentang keshahihannya di kalangan Ulama hadis, Namun ajarannya sangat bermanfaat, karena sama saja dengan hari yang kemaren, manusia sudah dikategorikan merugi, apalagi sekarang lebih buruk dari yang kemaren. Bukan lagi merugi akan tetapi sudah terlaknat sebagai manusia yang tidak menunjukkan perkembangan dalam kehidupannya. Padahal manusia itu sifatnya berkembang, dengan fasilitas-fasilitas yang dimilikinya seperti hati dan pikiran. Dari beberapa pandangan tersebut dapat kita ambil hikmah, betapa pentingnya ide-ide baru sebagai penggagas menuju kemajuan, dan untuk mewujudkan suatu kemajuan, tentu harus menghindari rasa nyamana dalam setiap pekerjaan. Paling tidak ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari zona nyaman menuju kemajuan. Pertama, memiliki loyalitas yang sangat tinggi, sehingga ia mencintai profesinya , dan dengan rasa cinta tersebut akan membawanya menuju kemajuan yang berkesinambungan karena selalu memikirkan ide-ide, agar nilai plusnya kian bertambah. Kedua, Selalu memperbaiki kualitas kerja. Sebaiknya kita terus melakukan metode-metode baru dalam bekerja. Tidak ada salahnya untuk melakukan hal baru dalam pekerjaan anda, walaupun akhirnya gagal, karena dari kegagalan tersebut, akan membawa kita kepada sifat kesensitifan yang akan rentan menjadi orang yang sangat kritik terhadap masalah-masalah dalam pekerjaan, bahkan dalam masalah yang ringan sekalipun, ia akan terus berpikir dan berbuat untuk yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Ketiga, Tidak boleh terjebak dalam satu rutinitas. Berkerja keras setiap hari memang merupakan suatu kewajiban bagi para pekerja, namun kalau pekerjaannya berputar hanya disitu-situ saja, justru hasilnya akan nihil, karena tidak ada kreatifitas baru dalam pekerjaannya. Terjebak dalam satu rutinitas merupakan masalah yang sangat urgen dalam pekerjaan, karena jebakan itulah yang akan menyebabkan seseorang lupa dan tidak kompetitif. Di era global ini, tentunya banyak hal yang harus kita pikirkan untuk sebuah kemajuan dan harus siap bersaing prestasi-prestasi yang tinggi sekalipun. Keempat, Menghindari pujian. Pada hakikatnya, pujian adalah cobaan. Jika kita terlalu nyaman dengan satu pujian orang lain, tentu akan membuat kita cepas puas dengan yang kita lakukan, sehingga ide saat itu juga terhenti untuk melakukan pemabaharuan-pembaharuan. Pujian bisa saja membuat kita bahagia, tetapi jika kita terlalu nyaman dengan pujian karena meraih satu prestasi, malah akan membuat anda tidak bahagia dan semakin tersiksa, karena anda terus berada dalam zona kenyamanan. Kelima, berpikir positif. Berusaha terus untuk melakukan hal yang terbaik untuk meningkatkan kinerja, menerima semua kritikan dan saran dari orang-orang yang ada disekitar kita, meskipun tujuannya melemahkan anda karena itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Seperti kata pepatah yang berasal dari Minangkabau “Alam takambang jadi guru”. Makna Pepatah tersebut, agar gita belajar pada alam sekitar kita. Fenomena kehidupan sesungguhnya membawa suatu keripan, jika kita berpikir secara positif. Sebagai kesimpulan, zona nyaman merupakan hal yang paling sulit untuk kita hindari dalam kehidupan, karena hal itu bisa menjadi sebuah dilema dalam kehidupan kita, terutama dalam dunia kerja. Terlalu larut dalam zona nyaman, saat itu kita kan terhenti berpikir untuk melakukan tugas-tugas lain yang sudah menunggu. Di era globalisasai yang semakin bersaing ini, terutama dalam dunia kerja, sangat menuntut untuk memiliki cara pandang yang luas untuk menanggapi segala fenomena yang terjadi sekitar kita, karena fenomena tersebut bisa berakibat patal untuk sebuah kemajuan. Opini ini hanyalah sebagai pandangan-pandangan terhadap dunia kerja saat ini yang memerlukan pembaharuan-pembaharuan menuju profesionalisme dalam bekerja. Kemudian untuk meraih sukses, tidak hanya mengandalkan keahlian yang sudah kita miliki, tetapi harus terus belajar dan berlatih, agar keahlian itu kian bertambah dan berkesinambungan ke masa yang akan datang. Cara berpikir yang jauh kedepan merupakan salah satu cara agar terhindar dari zona nyaman menuju kemajuan.
Sebuah motivasi yang sering disampaikan oleh atasan saya, untuk terus semangat dalam bekerja dengan cara menghindari kepuasan terhadap diri sendiri dan tidak boleh terjebak dalam satu rutinitas saja. Zona nyaman yang dimaksud disini, orang yang memiliki jiwa kemajuan akan terus memikirkan ide-ide baru dalam aktifitasnya, ia akan terus melakukan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan kinerjanya, tidak pernah nyaman dengan sesuatu yang ia hasilkan. Jangan sampai Zona nyaman ini terpatri di dalam jiwa seseorang, karena akan mengakibatkan tidak kompetitif untuk menuju sebuah kemajuan. Zona nyaman akan membuat seseorang terlena, dinina’boboin oleh rasa kepuasan terhadap diri sendiri, karena sudah berhasil mengerjakan yang menjadi rutinitas setiap harinya. Akibatnya, pekerjaan tersebet tidak mengalami perkembangan signifikan, karena mengandalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Tentunya, tentunya, hal ini akan sangat berpengaruh untuk kemajuan suatu lembaga atau perusahaan. Jika kita belajar dari sejarah, merek mobil 100 tahuan yang lalu tidak ada apa-apanya, jika kita bandingkan dengan mobil yang ada sekarang. Artinya setiap saat kita harus terus melakukan hal yang terbaik dalam hidup kita, baik untuk meningkatkan kualitas diri maupun perkejaan, agar dalam setiap pekerjaan itu, lebih bermakna dan bermanfaat. Kemudian dari pandangan Islam, melalui hadis nabi: “ Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik dari pada hari yang kemaren maka dia termasuk orang yang beruntung, barang siapa yang harinya sama dengan yang kemaren, dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang harinya sekarang lebih jelek dari yang kemaren maka dia terlaknat. Meski hadis ini tidak bisa sebagai hujjah mengingat tentang keshahihannya di kalangan Ulama hadis, Namun ajarannya sangat bermanfaat, karena sama saja dengan hari yang kemaren, manusia sudah dikategorikan merugi, apalagi sekarang lebih buruk dari yang kemaren. Bukan lagi merugi akan tetapi sudah terlaknat sebagai manusia yang tidak menunjukkan perkembangan dalam kehidupannya. Padahal manusia itu sifatnya berkembang, dengan fasilitas-fasilitas yang dimilikinya seperti hati dan pikiran. Dari beberapa pandangan tersebut dapat kita ambil hikmah, betapa pentingnya ide-ide baru sebagai penggagas menuju kemajuan, dan untuk mewujudkan suatu kemajuan, tentu harus menghindari rasa nyamana dalam setiap pekerjaan. Paling tidak ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari zona nyaman menuju kemajuan. Pertama, memiliki loyalitas yang sangat tinggi, sehingga ia mencintai profesinya , dan dengan rasa cinta tersebut akan membawanya menuju kemajuan yang berkesinambungan karena selalu memikirkan ide-ide, agar nilai plusnya kian bertambah. Kedua, Selalu memperbaiki kualitas kerja. Sebaiknya kita terus melakukan metode-metode baru dalam bekerja. Tidak ada salahnya untuk melakukan hal baru dalam pekerjaan anda, walaupun akhirnya gagal, karena dari kegagalan tersebut, akan membawa kita kepada sifat kesensitifan yang akan rentan menjadi orang yang sangat kritik terhadap masalah-masalah dalam pekerjaan, bahkan dalam masalah yang ringan sekalipun, ia akan terus berpikir dan berbuat untuk yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Ketiga, Tidak boleh terjebak dalam satu rutinitas. Berkerja keras setiap hari memang merupakan suatu kewajiban bagi para pekerja, namun kalau pekerjaannya berputar hanya disitu-situ saja, justru hasilnya akan nihil, karena tidak ada kreatifitas baru dalam pekerjaannya. Terjebak dalam satu rutinitas merupakan masalah yang sangat urgen dalam pekerjaan, karena jebakan itulah yang akan menyebabkan seseorang lupa dan tidak kompetitif. Di era global ini, tentunya banyak hal yang harus kita pikirkan untuk sebuah kemajuan dan harus siap bersaing prestasi-prestasi yang tinggi sekalipun. Keempat, Menghindari pujian. Pada hakikatnya, pujian adalah cobaan. Jika kita terlalu nyaman dengan satu pujian orang lain, tentu akan membuat kita cepas puas dengan yang kita lakukan, sehingga ide saat itu juga terhenti untuk melakukan pemabaharuan-pembaharuan. Pujian bisa saja membuat kita bahagia, tetapi jika kita terlalu nyaman dengan pujian karena meraih satu prestasi, malah akan membuat anda tidak bahagia dan semakin tersiksa, karena anda terus berada dalam zona kenyamanan. Kelima, berpikir positif. Berusaha terus untuk melakukan hal yang terbaik untuk meningkatkan kinerja, menerima semua kritikan dan saran dari orang-orang yang ada disekitar kita, meskipun tujuannya melemahkan anda karena itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Seperti kata pepatah yang berasal dari Minangkabau “Alam takambang jadi guru”. Makna Pepatah tersebut, agar gita belajar pada alam sekitar kita. Fenomena kehidupan sesungguhnya membawa suatu keripan, jika kita berpikir secara positif. Sebagai kesimpulan, zona nyaman merupakan hal yang paling sulit untuk kita hindari dalam kehidupan, karena hal itu bisa menjadi sebuah dilema dalam kehidupan kita, terutama dalam dunia kerja. Terlalu larut dalam zona nyaman, saat itu kita kan terhenti berpikir untuk melakukan tugas-tugas lain yang sudah menunggu. Di era globalisasai yang semakin bersaing ini, terutama dalam dunia kerja, sangat menuntut untuk memiliki cara pandang yang luas untuk menanggapi segala fenomena yang terjadi sekitar kita, karena fenomena tersebut bisa berakibat patal untuk sebuah kemajuan. Opini ini hanyalah sebagai pandangan-pandangan terhadap dunia kerja saat ini yang memerlukan pembaharuan-pembaharuan menuju profesionalisme dalam bekerja. Kemudian untuk meraih sukses, tidak hanya mengandalkan keahlian yang sudah kita miliki, tetapi harus terus belajar dan berlatih, agar keahlian itu kian bertambah dan berkesinambungan ke masa yang akan datang. Cara berpikir yang jauh kedepan merupakan salah satu cara agar terhindar dari zona nyaman menuju kemajuan.
Pemimpin Penebar Kebohongan
Pemimpin
Penebar Kebohongan

Oleh:
Tantomi Simamora, S.Sos.I
Indonesia
salah satu Negara Demokrasi terbear di Dunia, mayoritas beragama islam,
seharusnya bisa menjadi contoh pemimpin yang mempunyai Idealisme. Namun
Ironisnya, masih banyak Pemimpin yang terpilih karena uang. Selain uang, untuk
meraih suara terbanyak dalam pemihihan pemimpin, sering kali menggunakan agama sebagai
simbol. Kualitas kepemimpinan yang
seperti ini adalah hasil dari kebohongan apabila tidak amanah dan Tanggung
jawab. Jangan pernah berharap kepada kebaikan yang hakiki, apabila usaha yang
kita lakukan bercampur dengan kebohongan
Seorang
pemimpin dalam menegakkan keadilan mestinya harus menghindari kebohongan,
hendaknya ini bisa dipahami para pemimpin yang menginginkan keberkahan hidup,
sehingga terwujud negara yang cinta akan kebenaran hakiki bukan kebenaran semu.
Pemimpin yang memiliki prinsip kejujuran akan menjadi tumpuan harapan para
pengikutnya. Mereka akan sadar bahwa kualitas kepemimpinannya ditentukan
seberapa jauh kepercayaan dari pengikutnya.
Disi lain,
ada pemimpin yang sangat suka menebarkan kebohongan dengan mengatas namakan
agama, berkata tidak sesuai isi hatinya, memakai simbol agama namun tak
terlihat dalam dirinya pancaran dari prilaku yang agamis. Semua itu dilakukan
demi kepentingan politik, agar bisa menjadi seorang pemimpin.Tentu saja hal ini
akan menjadi musibah bagi suatu negeri atau terhadap orang-orang yang ia
pimpin, karena semua harapan adalah harapan kebohongan.
Akan sangat
mengkhawatirkan, apabila Indonesia sebagai negara yang penduduknya mayoritas
islam tidak memilki aset pemimpin yang jujur,
Kondisi yang sangat memperihatinkan saat ini , korupsi dan pungli
semakin merajalela, menunjukkan kebobrokan kepemimpinan, karena kerap kali dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. Kemudian
fenomena kehidupan saat ini, banyak yang melakukan penipuan dengan berkedok
agama. Sebagai contoh kasus yang mencuat sekarang Kanjeng Dimas Taat Pribadi
yang diduga telah melakukan penipuan.terjadinya banyak korupsi di negara kita
ini, merupakan bukti nyata bahwa Indonesia miskin pemimpin amanah.
Banyak
contoh yang tidak perlu disebutkan, terkait dengan pemimpin yang terbukti
melakukan kecurangan-kecurangan di negeri tercinta ini, sehingga dalam
perjalanan pemerintahan, waktunya habis terkuras untuk mengatasi kasus/perkara
terkait dengan pemimpin bangsa sendiri. Akibatnya, kemerosotan ekonomi, karakter
tidak bisa diatasi sampai sekarang, hanya karena sifat kebohongan. Tidak kah
kita melihat dalam sejarah, bahwa kepemimpinan yang jujurlah yang akan
membangkitkan dunia ini kepada kebangkitan yang hakiki.
Para
penebar kebohongan akan menghasilkan kekosongan, beribu janji yang diubar tidak akan menghasilkan apa-apa
kecuali rasa kecewa dari orang-orang yang menjadi target pembohongan tersebut.
Jika diibaratkan sama seperti sebuah bangunan yang hanya tinggal simbolnya
saja, isinya sudah tidak ada, karena sudah bangkrut karena tidak ada aset lagi
untuk membangunnya. jika dia menebar kebohongan dengan mengatas namakan agama,
maka sama juga halnya seperti Islam yang hanya simbol atau Islam KTP, Islam
hanya sebagai status saja. Maka dalam hal ini, yang menjadi aset utama dalam
memimpin adalah kejujuran yang bukan hanya dari ucapannya, namun harus terwujud
dalam perbuatannya.
Allah
mengisaratkan kepada muslimin, agar selalu bersama orang-orang yang jujur
karena jauh bermanfaat dari pada pendusta. Fenomena kehidupan yang terjadi saat
ini, menunjukkan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi negeri ini, untuk mencari
pemimpin yang benar-benar jujur. Sebab kita meyakini, negeri akan aman jika
dikendalikan orang-orang jujur, sebaliknya jika dikendalikan para pendusta akan
membawa azab bagi negeri ini. Lazimnya negeri ini segera melakukan
pembaharuan-pembaharuan baru dalam memimpin. Sejenak kita melihat sejarah,
bahwa kemajuan umat islam pada masa Daulah Abbasiyah dibawah pimpinan Harul
Al-Rasyid, telah melahirkan peradaban islam yang maju dan berkembang. Bahkan
masa pemerintahannya, dianggap sebagai puncak kemajuan Islam atau sering
disebut dengan masa keemasan Islam. Kekjujurannya dalam memimpin, ketika Yahya
bin Khalid selaku yang membesarkannya di Istana, melakukan korupsi, tidak
pandang bulu, beliau memberlakukan hukum sama seperti yang lainnya.
Kenapa para
pemimpin yang beriman tidak pernah coba-coba untuk berbohong?. tidak ada
jawaban yang lain kecuali karena mereka benar-benar yakin, bahwa sebuah
kemenangan yang hakiki diperoleh dengan kejujuran yang sudah dicontohkan para
nabi, sahabat sampai tabi’in. Apabila kita sudah meyakini ajaran tentang
kejujuran, mestinya harus melakukan perubahan dari diri, agar menjadi orang
jujur, terutama kepada generasi muda sebagai penerus bangsa ini. Kejujuran
hanya bisa diraih denga hati yang bersih, ketika hati telah kosong dan dikotori
oleh perbuatan-perbuatan zolim, otomatis akan merusak hati yang pada awalnya
adalah suci.
Sebagai
kesimpulan, Kebohongan akan menghasilkan kebohongan lain. Sebaliknya kebenaran
akan meraih level tertinggi dalam kehidupan, terutama bagi para pemimpin bangsa
ini, seyogianya menyadari bahw Kebenaran akan datang dari hati kecil manusia
yang tidak pernah berdusta, jika hati terus diisi dengan mengingat Allah,
tentunya akan mewujudkan kenyamanan. Kalau perut sedang lapar maka akan
membutuhkan makan tetapi jika hati telah kosong lazimnya diisi dengan Zikir
(mengingat Allah SWT).
Pemimpin
yang selalu menebarkan kebohongan akan menghasilkan sesuatu yang kosong dan
tidak berarti apa-apa. Apabila berharap kepada pemimpin penebar kebohongan,
maka kita tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kekecewaan. Pemimpin penebar
kebohongan tidak hanya berdampak negatif kepada dirinya, namun akan menjadi
fitnah untuk orang lain, terutama untuk orang-orang yang ia pimpin. Yang sudah
jelas dalam ajaran Islam, bahwa pemimpin penebar kebohongan sangat bertolak
belakang dengan kehidupan beragama yang merindukan pemimpin yang amanah.
pemimpin Idola
Pemimpin, Harapan
dan Idola
Oleh
Tantomi Simamora, S.Sos.I
Pernah
terlintas dalam pikiran saya, Menjadi seorang pemimpin itu, sangat menggiurkan
dan cukup menjanjikan, baik dari segi pangkat maupun penghasilan. Terlebih saat
ini, menjelang Pilkada Serentak 2017 akan dilaksanakan, seorang calon kepala
Daerah akan melakukan kampanye bergengsi, dalam rangka mencari simpatisan dan
dukungan rakyat, agar dia terpilih menjadi seorang pemimpin, paling tidak di
daerahnya. Sungguh pekerjaan yang sangat profesional dan sangat menantang.
Kemudian dalam pikiran saya, keberhasilan seorang pemimpin untuk mencari
dukungan tersebut, merupakan pekerjaan cukup berat, karena hanya seketika, bisa meyakinkan rakyat untuk
memilihnya menjadi seorang pemimpin.
Padahal,
pekerjaan yang sangat sulit menurut penulis adalah merobah tingkah laku
manusia, karena seratus manusia pasti akan berbeda-beda pikirannya. Untuk
menyatukan hati manusia bukanlah pekerjaan yang mudah, memerlukan pemimpin yang
benar-benar paham ilmu tentang sosial dan psikologi manusia. Lebih dari itu,
seorang calon pemimpin, mesti kuasai ilmu politik yang mantap serta memberi
pengaruh positif bagi Publik.
Untuk
menjadi seorang pemimpin, berbagai cara dilakukan untuk mencari dukungan dari
rakyat seperti terjun langsung ke masyarakat untuk mempromosikan dirinya,
memberi bantuan kepada rakyat, bahkan terkadang harus dengan memberikan bayaran
untuk suara rakyat. Dalam hal ini, Penulis tidak bermaksud mengungkap kasus
suap, namun yang jadi sorotan disini adalah betapa sulitnya menjadi pemimpin.
Jika kita
lihat dari pengkajian sejarah Islam, kondisi jaman yang sangat buruk saat itu
yang dikenal dengan jaman jahilyah memerlukan seorang pemimpin untuk memberikan penerangan yang pasa saat itu penuh
dengan kegelapan. Muhammad diangkat sebagai Rasul melalui firman Allah dalam
Al-Qur’an Suroh Al-‘Alaq ayat 1-5. Kalimat (Iqro’) bukanlah sekedar membaca,
tetapi pada saat itu juga, Nabi Muhammad diutus untuk semua umat dalam rangka
memperbaiki akhlak manusia yang penuh dengan keburukan. Malaikat Jibril mengulanginya sampai tiga kali
sebagai penegasan, betapa pentingnya membaca dan berpikir sebelum melakukan.
Dari
kejadian itu, bisa kita ambil hikmah, betapa beratnya jadi seorang pemimpin,
nabi Muhammad SAW sampai menggigil, sesaat setelah menerima wahyu tersebut.
Menjadi seorang pemimpin ummat butuh pemikiran yang sangat luas, tidak hanya
cerdas tetapi harus bisa menjadi contoh yang baik kepada yang ia
pimpin.kemudian yang terpenting untuk diperhatikan seorang pemimpin, bahwa
tanggung jawab seorang pemimpin tidak hanya kepada manusia, tetapi langsung
bertanggung jawab dengan Rabbnya.
Meski berat
menjadi pemimpin, tetapi manusia dituntut untuk
menjadi pemimpin, karena kualitas masyarakat sangat ditentukan oleh
seorang pemimpin yang bisa mengendalikan sosial dan budaya dalam suatu
masyarakat. Walaupun tidak bisa menjadi pemimpin orang banyak, paling tidak
bisa menjadi pemimpin diri dan keluarganya.
Kepemimpinan
adalah salah satu masalah yang penting dalam kehidupan, baik di lingkungan
keluarga, instansi maupun pemerintahan. Kehadiran pemimpin akan menjadi idola
dalam kehidupan, apabila dalam kepemimpinannya memiliki power yang kuat untuk
memutuskan suatu kebijakan penuh dengan keadilan yaang merambat kepada semua
kalangan, mulai dari masyarakat level
bawah sampai level yang paling tinggi.
Namun, saat
ini kita sangat merasakan kegagalan-kegagalan dalam pemimpin, dibuktikan dengan
banyaknya masalah-masalah yang tidak terselesaikan di Negeri tercinta ini,
mulai dari masalah ekonomi, sosial bahkan dibidang agama sudah sangat terlalu
jauh, dengan maraknya Isu Sara dan Penistaan agama. Hal ini sangat perlu untuk
dilakukan kajian yang sangat mendalam, agar hal tersebut tidak tercatat dalam
sejarah kemunduran Negara di Indonesia.
Tentu kita
sangat merindukan seorang pemimpin yang menjadi idola rakyat, karena dalam
setiap kebijakannya selalu membawa kearifan dan kedamaian. Indonesia harus mempersiapkan
generasi pemimpin yang adil pada masa yang akan datang, termasuk untuk
melakukan pembinaan untuk para calon pemimpin saat ini, baik ditingkat daerah
maupun Nasional, agar dalam kepemimpinannya nanti bisa membuahkan hasil yang
bisa kita rasakan bersama bukan hanya untuk sebuah kelompok.
Di Era
globalisai yang serba maju ini, menunutut para pemimpin bangsa ini, agar
melakukan pembaharuan-pembaharuan, mengingat banyaknya kekacauan-kekacauan yang
datang dari mental-mental manusia sebagai perusak, hal itu akan mengakibatkan
merosotnya ekonomi, politik,budaya maupun sosial. Sedangkan harapan dari rakyat
sudah lama terpendam agar Negeri ini dilindungi oleh para pemimpin yang adil
serta dalam membuat keputusan secara bijak dan tegas.
Kondisi
suatu negeri akan semakin membelenggu, jika tidak hadir seorang pemimpin yang
disukai rakyat karena keadilannya. Terwujudnya negeri yang aman dan sejahtera
memang tidaklah pekerjaan yang mudah, perlu perjuangan yang berat dari para
pemimpin bangsa ini. Tugas ini sebenarnya tanggung jawab kita semua, tetapi
harus didukung oleh pemimpin baik di tingkat eksekutif, legislatif dan
yudikatif.
Sebagai
kesimpulan, untuk menjadi seorang pemimpin bukanlah sesuatu hal yang mudah,
karena harapan rakyat sangat besar bagi mereka, agar mampu mengendalikan negeri
tercinta ini dari kekacauan-kekacauan yang mengakibatkan kemunduran. kemudian
yang terpenting untuk kita ketahui, bahwa sifat pemimpin yang adil dan bijak
itu datang dari kharakter seorang pemimpin yang tulus, tidak datang dari
sembarang orang. Terlebih-lebih menjelang Pilkada ini, berhati-hatilah dalam
memilih pemimpin, jika awalnya saja seorang pemimpin dalam mencari dukungan memakai jalan
yang salah, tentu hasilnya pasti lebih salah. Pemimpin Idola yang menjadi harapan
rakyat adalah pemimpin yang mampu mewakili rakyat untuk mengemban amanah sesuai
dengan bidang yang ia pimpin. Mari kita
terus berdoa , agar Negeri ini mendapat pemimpin terbaik yang mampu
melakukan perubahan-perubahan, demi terwujudnya kedamaian dan kesejahteraan
rakyat.
karyawan pencet Bell
Karyawan
Pencet Bell
Karyawan
dengan segala kemampuannya, dalam bekerja selalu memiliki sifat profesinalisme,
merupakan satu kebutuhan yang sangat urgen dalam sebuah lembaga atau
perusahaan, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Namun dalam
pelaksanaannya, sangat sulit untuk menemukan sifat ini pada seorang karyawan.
Karyawan pencet bel yang dimaksud disini adalah karyawan yang tidak mau bekerja
sebelum tiba waktu yang ditentukan, kemudian menjelang habis jam kerja,
aktifitasnya hampir tidak ada kecuali menunggu bel atau waktu untuk off
bekerja.
Sebuah masalah yang nampaknya ringan, namun membutuhkan
pemikiran yang sangat tajam untuk melakukan perubahan dalam prinsip-prinsip
pekerjaan sebagai seorang karyawan. Sifat karyawan yang kurang loyal terhadap
lembaga atau perusahaan ia bekerja, menunjukkan ketidak profesionalan dalam
rutinitasnya. Karyawan pencet bel tidak akan memiliki inovasi untuk melakukan
hal-hal yang baru dalam aktifitasnya, ia akan cendrung mengerjakan apa yang
sudah menjadi rutinitasnya saja. Padahal posisi seorang karyawan dalam sebuah
lembaga atau perusahaan sangat menentukan, karena posisi karyawan sama halnya
seperti roda motor, apabila roda motor tidak berjalan, tentu motornya tidak
akan bisa berjalan. Perusahaan tidak akan berjalan, jika karyawannya tidak bisa
berjalan seimbang.
Inovasi
suatu lembaga atau perusahaan, mestinya lebih banyak melakukan pembaharuan,
agar perjalanannya tidak jalan di tempat.
Menghadapi jaman yang terus berubah, tentunya karyawan juga harus terus
membenahi diri untuk melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan
jaman, agar bisa menjadi karyawan yang memiliki sifat profesionalisme.
Untuk
memiliki sifat profesionalisme, tidak cukup hanya dengan modal pintar saja,
tetapi harus disertai dengan rasa kecintaan serta memerlukan pengorbanan.
Sebuah pengorbanan karena cinta terhadap sebuah profesi, akan melahirkan
kekuatan yang sangat dahsat, sehingga tantangan-tantangan dalam suatu pekerjaan
menjadi sebuah kenikmatan yang lezat.
Sering kali dalam sebuah lembaga atau
perusahaan, dalam merekrut SDM atau karyawannya, berjalan lancar dan sangat teliti,
selain tes tertulis dan wawancara, bahkan terkadang harus melalui test
psikologi dan sebagainya, namun dalam mengembangkan potensi karyawan , terdapat
beberapa kesulitan, terutama dalam manajemen SDM dan pengelolaannya.
Berurusan
dengan manusia memang merupakan urusan yang sangat konflik, karena sepuluh
manusia pasti akan berbeda pemikirannya. Tentunya, seorang Nakhoda dalam sebuah
perusahaan, mesti pandai megayomi dan memahami karyawannya. Lebih dari itu,
seorang nakhoda juga harus membuat kebijakan-kebijakan yang jelas dan
bermanfaat, baik dari sisi positif maupun negatifnya. Konsepnya karyawan adalah manusia bukan robot,
layaknya sebagai manusia, butuh pemimpin yang bisa memanusiakan manusia.
Aturan yang
ketat dalam sebuah perusahaan, terkadang membuat para karyawan merasa bosan dan
tidak betah, walaupun sebenarnya perasaan itu,
datang dari seorang karyawan yang tidak profesional, tetapi tetap saja
sangat berpengaruh dalam perjalanan perusahaan. Kondisi seperti inilah yang mewajibkan Nakhoda suatu perusahaan, dalam membuat
kebijakan, mesti dengan pemikiran yang jernih dan benar-benar adil.
Dalam
bukunya Dr. Thariq Muhammad As-Suwaidan (2009) disebutkan, “karakter manusia
bervariasi dalam merespons faktor-faktor yang merangsang terhadap semangat dan
antusiasme mereka kepada pekerjaan, antara satu orang dengan yang lain dan satu
intitusi dengan yang lain. Sebagai pegawai bisa dimotifasi dengan pemberian
gelar-gelar yang menyenangkan, karena hal itu mengandung motifasi yang kekal.
Dan sebagaian yang lain bisa dimotifasi dengan cara mengobarkan semangat melaui
visi-visi ke depan”.
Pemimpin
dalam suatu lembaga atau perusahaan, harus bisa menggerakkan manusia kepada
sebuah tujuan, sesuai dengan kadar kemampuan dan kompetensi dari masing-masing
individu. Jika penggerakan ini tidak berhasil, maka karyawan sangat sulit untuk
melakukan pembaharuan-pembaharuan, sebab tidak bisa koneks antara pemimpin dan
tujuan sebuah perusahaan.
Pentingnya
pemahaman karakter dan kemampuan karyawan perusahaan, menuntut para pemimpin
agar dalam aksinya, bisa membangkitakan semangat karyawannya. Dalam menjalankan
perusahaan, seorang pemimipin tidak mungkin mampu memastikan karyawannya jam berapa masuk dan keluar kantor. Apalagi
untuk memastikan, apakah sampai di Kantor sudah bekerja dengan baik atau tidak.
Pada saat pemimpin menilai pekerjaan hanya dengan ukuran waktu, maka akan
lahirlah karyawan-karyawan pencet bel berikutnya, sehingga dalam pelaksanaan
pekerjaannya tidak berjalan secara efektif karena hanya berdasarkan waktu jam
kerja.
Namun, jika
seorang pemimpin mampu memotifasi dan membangkitkan karyawannya untuk bekerja
tidak bergantung dengan waktu, serta memahami karakter dan kemampuan
karyawannya, maka akan melahirkan karyawan-karyawan yang memiliki loyalitas
yang sangat tinggi, sehingga dalam bekerja tidak harus diawasi, karena mereka
akan bekerja dengan hati yang tulus. Bahkan di luar jam kerja sekalipun,
apabila perusahaan membutuhkannya, selalu siapa karena pekerjaan itu sudah
menyatu dengan hatinya.
Sebagai kesimpulan,
fenomena kehidupan sebagai seorang karyawan dalam sebuah lembaga atau
perusahaan sangat banyak keberagaman, Mulai dari status, pengabdian, pergaulan
dan rutinitas di Kantor sangat memerlukan perhatian dari seorang pemimipin,
terutama dalam memotifasi dan
menggerakkan pikiran manusia sebagai karyawan yang profesional. Kemudian
sebagai saran kepada para pemimpin
perusahaan, baik perusahaan pemerintah maupun swasta, agar benar-benar
memperhatikan upah minimum yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Pada
saat kebutuhan karyawan sudah terpenuhi, tentu hatinya akan selalu terdorong
untuk memberikan hal yang terbaik untuk perusahaan tempanya bekerja.
dakwah dan ispirasi
sebarkan dakwah sesuai perintah Allah surah An-Nahl ayat 125
Planet dan bumi mengitari matahari berlawanan dengan arah jarum jam. DNA dalam sel tubuh manusia juga berbutar berlawanan dengan arah jarum jam. Jamaah haji di mekkah juga mengelilingi kakbah berlawanan dengan arah jarum jam. Ini menu jukkan bahwa manusia dan alam selaras dan tunduk pada ketentuan Allah. dan Ibadah tawaf mengisyarakan bahwa manusia harus tunduk kepada aturan yg telah digariskan Allah.
Planet dan bumi mengitari matahari berlawanan dengan arah jarum jam. DNA dalam sel tubuh manusia juga berbutar berlawanan dengan arah jarum jam. Jamaah haji di mekkah juga mengelilingi kakbah berlawanan dengan arah jarum jam. Ini menu jukkan bahwa manusia dan alam selaras dan tunduk pada ketentuan Allah. dan Ibadah tawaf mengisyarakan bahwa manusia harus tunduk kepada aturan yg telah digariskan Allah.
RPP Unggulan 2016
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah :
MA Unggulan Terpadu Darul Mursyid
Mata Pelajaran : Bahasa Arab.
Kelas / Semester : X / II.
Standar Kompetensi : Menguasai
250 kosa kata baru dengan struktur kalimat ( tarkib al- kalimat ) yang benar
dan baik sesuaidengan tema-tema yang tersedia dalam materi pokok peserta didik
memiliki skill untuk memahami teks-teks berbahasa arab serta menggunakan dalam
bahasa percakapan dan insa’ muajjab.
Kompetensi Dasar : Dengan
menggunakan 25-30 mufrodat baru dan struktur kalimat yang mengandung
bentuk-bentuk kata
Peserta
didik mampu membaca, memahami, berbicara dan menulis dalam insa’muajjah sesuai
tema dalam materi pokok.
Indikator : 1. Siswa mampu mengungkapkan pendapat, perasaan,
dan pikiran, secaratertulis dengan menggunakan ungkapan , komunikatif, kosa
kata dan struktur kalimat yang tepat sesuai dengan tema.
2. Siswa mampu menerapkan struktur dan
menentukan jabatan dalam kalimat sempurna.
3. Siswa mampu membaca, memahami berbagai
tema dengan makna kata dan kesimpulan yang tepat.
4. Siswa
mampu melakukan tanya jawab dengan berbahasa arab, menggunakan ungkapanawal
khusus serta mampu mendiskripsikan nama benda dan tempat secara sederhana
sesuai dengan tema.
5. Siswa
mampu menyusun kata-kata yang diberikan secara acak menjadi kalimat dan
menyusun kalimat yang diberikan secara acak menjadi pragrap serta mampu
menyusun kalimat dengan struktur yang telah diajarkan.
Alokasi Waktu : 8 X 45 Menit ( 4 Pertemuan ).
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa
dapat membaca, memahami, berbicara dan menulis dalam insa’muwajjah dengan
struktur kalimat yang mengandung
B. Materi Pembelajaran
1.
Kosa kata tentang
2.
Struktur kalimat yang mengandung
3.
Qiro’ah tentang
4.
Percakapan yang diambil dari bahan qiro’ah.
5.
Litahan menulis kalimat dengan mufrodat dan struktur kalimat yang mengandung
Langganan:
Postingan (Atom)